Dialektika Budaya Toraja dan Inklusifitas Pendidikan Agama Kristen dalam Masyarakat Majemuk
Home Research Details
Rannu Sanderan, Jhon Ua' Tandi Pau'

Dialektika Budaya Toraja dan Inklusifitas Pendidikan Agama Kristen dalam Masyarakat Majemuk

0.0 (0 ratings)

Introduction

Dialektika budaya toraja dan inklusifitas pendidikan agama kristen dalam masyarakat majemuk. Telusuri dialektika budaya Toraja dan pendidikan agama Kristen dalam masyarakat pluralistik Indonesia. Pahami bagaimana tradisi lokal membentuk toleransi antaragama dan inklusivitas sosial.

0
37 views

Abstract

Abstract: This study examines the intersection of Toraja traditions and Christian religious education within Indonesia's pluralistic context. By analyzing the inclusive values and harmony inherent in Toraja culture, it underscores its relevance as a model for interreligious tolerance. The research adopts a qualitative approach, utilizing in-depth interviews, participatory observation, and document analysis to gather data. This methodology allows for a comprehensive exploration of how Christian religious education in Toraja integrates cultural traditions with religious teachings. The study shows how the adaptation of Christian education in the multicultural setting of Toraja fosters mutual respect, social cohesion, and the integration of cultural and religious identities. This approach highlights the strategic role of education in promoting peaceful coexistence and inclusivity, providing valuable insights into the interaction between tradition, religion, and modern pluralistic society. Keywords: Christian religious education; interreligious tolerance; multicultural integration; pluralistic society; Toraja Abstrak: Penelitian ini menganalisis persinggungan antara tradisi Toraja dan pendidikan agama Kristen dalam konteks pluralisme Indonesia. Dengan mengkaji nilai-nilai inklusivitas dan harmoni yang terkandung dalam budaya Toraja, penelitian ini menyoroti relevansinya sebagai model toleransi antaragama. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif, dengan mengumpulkan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen. Metode ini memungkinkan eksplorasi mendalam mengenai bagaimana pendidikan agama Kristen di Toraja mengintegrasikan tradisi budaya dengan ajaran agama. Penelitian ini menunjukkan bagaimana adaptasi pendidikan Kristen dalam lingkungan multikultural Toraja memperkuat penghormatan, kohesi sosial, dan integrasi identitas budaya serta keagamaan. Pendekatan ini menekankan peran strategis pendidikan dalam mendorong ko-eksistensi damai dan inklusivitas, memberikan wawasan penting mengenai interaksi antara tradisi, agama, dan masyarakat majemuk modern. Kata kunci: Pendidikan agama Kristen; toleransi antaragama; integrasi multibudaya; masyarakat majemuk; tradisi Toraja


Review

This study, titled "Dialektika Budaya Toraja dan Inklusifitas Pendidikan Agama Kristen dalam Masyarakat Majemuk," addresses a highly pertinent and complex topic: the dynamic interplay between indigenous Toraja culture and Christian religious education within Indonesia's inherently pluralistic society. The paper's core objective to examine how Toraja's traditional inclusive values can model interreligious tolerance, particularly through the lens of Christian education, is both timely and significant. It promises valuable insights into how cultural heritage can not only coexist with, but actively enrich and inform religious practice, fostering a framework for social harmony in diverse contexts. The research adopts a robust qualitative methodology, employing in-depth interviews, participatory observation, and document analysis. This triangulated approach is well-suited for exploring the nuanced and multifaceted dimensions of cultural and religious integration, allowing for a comprehensive understanding of the intricate processes at play. The abstract highlights a key finding: the successful adaptation of Christian religious education within the multicultural Toraja setting. This adaptation is shown to strengthen mutual respect, enhance social cohesion, and facilitate the harmonious integration of both cultural and religious identities, demonstrating a practical model for managing diversity. Overall, this study makes a valuable contribution to the fields of religious education, cultural studies, and interfaith dialogue. By illuminating the strategic role of education in promoting peaceful coexistence and inclusivity through the Toraja experience, it offers practical insights into how tradition and religion can positively interact within modern pluralistic societies. The research provides a compelling case for the proactive integration of cultural values into religious pedagogy to cultivate a more tolerant and cohesive society, thus holding significant implications beyond the specific context of Toraja.


Full Text

You need to be logged in to view the full text and Download file of this article - Dialektika Budaya Toraja dan Inklusifitas Pendidikan Agama Kristen dalam Masyarakat Majemuk from PEADA': Jurnal Pendidikan Kristen .

Login to View Full Text And Download

Comments


You need to be logged in to post a comment.