Identifikasi Daerah Terdampak Dari Ancaman Sesar Semangko Terhadap Potensi Bencana Gempa Bumi di Kabupaten Tanggamus
Home Research Details
Erlan Sumanjaya, Rafli Iswanuri, Fajriyanto

Identifikasi Daerah Terdampak Dari Ancaman Sesar Semangko Terhadap Potensi Bencana Gempa Bumi di Kabupaten Tanggamus

0.0 (0 ratings)

Introduction

Identifikasi daerah terdampak dari ancaman sesar semangko terhadap potensi bencana gempa bumi di kabupaten tanggamus . Pelajari identifikasi daerah terdampak ancaman Sesar Semangko di Kabupaten Tanggamus. Analisis GIS & InaSAFE mengungkap potensi bencana gempa bumi, populasi, dan infrastruktur rentan.

0
37 views

Abstract

Sumatra memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap ancaman gempa bumi dikarenakan adanya sesar aktif di sepanjang wilayah tersebut. Sesar Semangko merupakan salah satu sesar yang berada di pulau Sumatra dan terletak di Provinsi Lampung tepatnya di Kabupaten Tanggamus. Sesar Semangko dengan panjang 65 km merupakan wilayah yang aktif secara tektonik, selama pergerakannya patahan Semangko menghasilkan banyak deformasi yang mengakibatkan tingginya kegempaan di sepanjang patahan tersebut. Hal ini berpotensi menimbulkan dampak besar pada masyarakat sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi daerah terdampak dari ancaman sesar Semangko yang berpotensi menyebabkan bencana gempa bumi. Metode yang digunakan yaitu dengan analisis berbasis GIS dalam membuat model spasial dan menskenariokan keterdampakan bencana gempa bumi dengan memanfaatkan InaSAFE. Data AVS30 diperoleh melalui proses klasifikasi topografi yang mempertimbangkan tiga parameter utama, yaitu kemiringan (slope), tekstur (texture), dan koneksitas (convexity), dengan data DEM SRTM resolusi 30 M sebagai data masukan. Hasil klasifikasi tersebut disesuaikan dengan distribusi nilai AVS30 dari BMKG. Nilai AVS30 kemudian digunakan untuk menghitung Ground Amplification Factor (GAF), yang menggambarkan tingkat penguatan guncangan di permukaan tanah. Untuk memperoleh peta potensi bahaya gempa secara menyeluruh, nilai GAF dikombinasikan dengan data PGA intensitas guncangan pada batuan dasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kabupaten Tanggamus termasuk wilayah yang sangat rawan gempa bumi karena berada di jalur Sesar Semangko. Analisis spasial menunjukkan bahwa wilayah ini didominasi oleh tingkat bahaya gempa tinggi seluas 193.355 hektar. Estimasi dampak mencakup sekitar 551.000 jiwa populasi terdampak, 8.600 unit bangunan, serta 256.000 hektar tutupan lahan yang berpotensi terkena dampak.


Review

This study addresses a critically important issue of earthquake disaster potential in Kabupaten Tanggamus, Sumatra, a region known for its high seismic activity due to the active Semangko Fault. The paper's primary objective to identify and map areas susceptible to earthquake impacts from this specific fault is highly relevant and timely, especially for a region frequently exposed to seismic hazards. By focusing on a 65 km segment of the Semangko Fault, the research provides a much-needed spatial assessment of risk, underscoring the significant threat this poses to local communities and infrastructure. The work sets a strong foundation for understanding the geographical extent of potential damage, which is crucial for effective disaster risk reduction efforts. The methodology employed in this research is robust, utilizing a GIS-based spatial analysis framework coupled with the InaSAFE platform for disaster scenario modeling. A significant strength lies in the detailed approach to assess ground motion amplification, starting with the innovative derivation of AVS30 values through topographical classification using DEM SRTM data, further refined by aligning with BMKG's distribution. This AVS30 data is then effectively translated into a Ground Amplification Factor (GAF) and combined with PGA intensity to generate a comprehensive earthquake hazard map. The findings are stark and impactful, revealing that 193,355 hectares of Tanggamus are dominated by high earthquake hazard. The quantified estimations of approximately 551,000 people, 8,600 buildings, and 256,000 hectares of land cover potentially affected underscore the severe vulnerability of the region. This research offers significant practical value by providing concrete, spatially explicit data that can directly inform disaster preparedness and mitigation strategies in Kabupaten Tanggamus. The use of standard and reliable tools like GIS and InaSAFE enhances the credibility and applicability of the results for local authorities and planning agencies. For future work, it would be beneficial if the full paper could elaborate further on the specific criteria used for the "classification of topography" for AVS30 and the validation process against BMKG data. Additionally, a deeper discussion on the implications for urban planning, building codes, and emergency response based on these impact estimations would further strengthen its contribution. Overall, this study presents a commendable effort to quantify and visualize seismic risk, providing an essential resource for enhancing resilience against earthquake disasters in a highly vulnerable region.


Full Text

You need to be logged in to view the full text and Download file of this article - Identifikasi Daerah Terdampak Dari Ancaman Sesar Semangko Terhadap Potensi Bencana Gempa Bumi di Kabupaten Tanggamus from Prosiding Seminar Nasional Ilmu Teknik Dan Aplikasi Industri Fakultas Teknik Universitas Lampung .

Login to View Full Text And Download

Comments


You need to be logged in to post a comment.