Strategi Peningkatan Produksi Jagung Dalam Mendukung Kemandirian Pangan Di Desa Pulu Panjang Kecamatan Nggaha Ori Angu Kabupatan Sumba Timur
Home Research Details
Helmina Tatu Ridja, Junaedin Wadu

Strategi Peningkatan Produksi Jagung Dalam Mendukung Kemandirian Pangan Di Desa Pulu Panjang Kecamatan Nggaha Ori Angu Kabupatan Sumba Timur

0.0 (0 ratings)

Introduction

Strategi peningkatan produksi jagung dalam mendukung kemandirian pangan di desa pulu panjang kecamatan nggaha ori angu kabupatan sumba timur . Pelajari strategi peningkatan produksi jagung di Desa Pulu Panjang, Sumba Timur untuk kemandirian pangan. Analisis SWOT mengungkap faktor kunci & 12 strategi pengembangan usahatani.

0
38 views

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi produsi jagung serta menyusun alternatif strategi peningkatan produkis jagung untuk mendukung kemandirian pangan. Daerah penelitian di Desa Pulu Panjang, Kecamatan Nggaha Ori Angu, Kabupaten Sumba Timur.  Penelitian dilakukan selama dua bulan, yaitu bulan Juli 2025 sampai bulan Agustus 2025. Informan kunci dalam penelitian ini adalah pihak-pihak yang dianggap memiliki informasi yang diperlukan tentang usahatani jagung. Informan kunci dalam penelitian ini berjumlah 17 orang. Analisis data yang digunakan adalah matrik IFAS, EFAS, IE dan SWOT. Berdasarkan hasil analisis faktor-faktor yang memengaruhi usahatani jagung di Desa Pulu Panjang, Kecamatan Nggaha Ori Angu, Kabupaten Sumba Timur, diperoleh 6 faktor kekuatan, 7 faktor kelemahan, 5 faktor peluang, dan 5 faktor ancaman. Hasil analisis matriks IFAS menunjukkan bahwa faktor kekuatan dengan skor tertinggi (0,42) adalah adanya kelompok tani sebagai wadah kerja sama, sementara faktor kelemahan dengan skor tertinggi (0,24) adalah penggunaan teknologi sederhana oleh sebagian petani. Hasil analisis EFAS menunjukkan bahwa faktor peluang dengan skor tertinggi (0,43) adalah tingginya permintaan pasar terhadap jagung, sedangkan faktor ancaman dengan skor tertinggi (0,39) adalah ketergantungan pada musim hujan. Berdasarkan hasil matriks IE, posisi usahatani jagung berada pada kuadran II (grow and build), yang berarti strategi pertumbuhan dan pengembangan sangat relevan diterapkan. Berdasarkan hasil analisis SWOT, dirumuskan 12 strategi pengembangan usahatani jagung


Review

The paper "Strategi Peningkatan Produksi Jagung Dalam Mendukung Kemandirian Pangan Di Desa Pulu Panjang Kecamatan Nggaha Ori Angu Kabupatan Sumba Timur" presents a timely and relevant investigation into enhancing corn production to bolster food independence in a specific rural Indonesian context. Focusing on Desa Pulu Panjang in Sumba Timur, the study meticulously aims to identify internal and external factors impacting corn yields and subsequently formulate strategic alternatives. The choice of location is pertinent given Indonesia's ongoing efforts to achieve food security, particularly in agricultural regions that may face unique challenges and opportunities requiring localized strategic interventions. Utilizing a robust analytical framework encompassing IFAS, EFAS, IE, and SWOT matrices, the research provides a comprehensive assessment of the corn farming landscape. The findings clearly delineate significant internal strengths, such as the presence of farmer groups acting as cooperation platforms (scoring highest with 0.42), alongside key weaknesses like the pervasive use of simple technology by many farmers (highest at 0.24). Externally, the study identifies high market demand for corn as a strong opportunity (0.43), while critically highlighting the substantial threat posed by reliance on rainfall (0.39). The subsequent IE matrix analysis positions corn farming in Quadrant II ("Grow and Build"), logically suggesting that strategies centered on growth and development are highly applicable. The abstract concludes with the formulation of 12 distinct development strategies derived from the SWOT analysis, which is a commendable output. Overall, this study offers valuable insights into the strategic enhancement of corn production for food independence in rural Indonesia. Its strength lies in the systematic application of strategic management tools to a localized agricultural challenge, providing a clear pathway for intervention. The identified factors and the resulting "Grow and Build" strategic direction, coupled with the 12 proposed strategies, provide a solid foundation for local policymakers, agricultural extension workers, and farmer groups to foster sustainable development. To further strengthen the impact, the full paper should elaborate on the specific nature of these 12 strategies, potential implementation challenges, and how they might be monitored and evaluated for effectiveness. Additionally, exploring the generalizability of these findings to other similar regions within Sumba Timur or beyond would be highly beneficial.


Full Text

You need to be logged in to view the full text and Download file of this article - Strategi Peningkatan Produksi Jagung Dalam Mendukung Kemandirian Pangan Di Desa Pulu Panjang Kecamatan Nggaha Ori Angu Kabupatan Sumba Timur from Sandalwood Journal Of Agribusiness And Agrotechnology .

Login to View Full Text And Download

Comments


You need to be logged in to post a comment.