Edukasi dan Pelatihan Pembuatan Minuman Isotonik Berbahan Dasar Kelapa sebagai Upaya Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Desa Wisata Beji, Gunungkidul
Home Research Details
Muhamad, Fikri Danang Himawan, Arima Diah Setiowati, Inasanti Pandan Wangi

Edukasi dan Pelatihan Pembuatan Minuman Isotonik Berbahan Dasar Kelapa sebagai Upaya Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Desa Wisata Beji, Gunungkidul

0.0 (0 ratings)

Introduction

Edukasi dan pelatihan pembuatan minuman isotonik berbahan dasar kelapa sebagai upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat desa wisata beji, gunungkidul. Tingkatkan ekonomi Desa Beji! Pelatihan pembuatan minuman isotonik kelapa memberdayakan masyarakat, terutama ibu-ibu, dengan keterampilan mengolah kelapa bernilai tambah.

0
42 views

Abstract

Desa Beji memiliki perkebunan kelapa yang dikelola oleh badan usaha milik desa (BUMDes). Tanaman kelapa di perkebunan tersebut telah tumbuh selama sekitar lima tahun dan kini mampu menghasilkan buah kelapa. Namun, buah kelapa ini belum diolah menjadi produk yang memiliki nilai tambah untuk meningkatkan harga jualnya. Untuk mengatasi masalah ini, dilaksanakan edukasi dan pelatihan pembuatan minuman isotonik berbahan dasar air kelapa. Pendekatan yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini meliputi penyampaian materi edukatif melalui presentasi kepada audiens dan penerapan metode pelatihan praktis. Metode yang diterapkan dalam kegiatan ini mencakup penyampaian edukasi melalui presentasi kepada audiens mengenai dua hal utama: pertama, pengenalan produk minuman isotonik dari air kelapa; dan kedua, proses penanganan bahan baku, pengemasan, dan pelabelan produk minuman isotonik tersebut. Setelah penyampaian materi edukatif melalui presentasi, dilakukan pelatihan langsung dalam pembuatan minuman isotonik. Kegiatan ini dilaksanakan di Balai Desa Beji dan mendapat respons sangat antusias dari para peserta, terutama ibu-ibu. Mereka aktif berpartisipasi dalam seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari sesi tanya jawab hingga praktik langsung pembuatan minuman isotonik. Dampak positif dari pelatihan ini adalah peningkatan pengetahuan dan keterampilan ibu-ibu dalam mengolah air kelapa menjadi minuman isotonik yang bernilai tambah. Pelatihan ini berhasil meningkatkan keterampilan dan pengetahuan masyarakat, khususnya ibu-ibu di Dusun Gunungan, dalam memanfaatkan sumber daya lokal. Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya belajar teknik pemrosesan dan pengemasan yang benar, tetapi juga memperoleh wawasan tentang manfaat kesehatan dan potensi ekonomi dari produk isotonik berbasis kelapa. Secara keseluruhan, program pelatihan ini berhasil mencapai tujuannya untuk memberdayakan masyarakat melalui peningkatan keterampilan dan pengetahuan dalam pengolahan produk berbasis kelapa.


Review

This paper presents a highly relevant community engagement initiative focused on empowering the community in Beji Village, Gunungkidul, through the development of value-added products from local coconut resources. The problem identified—underutilized coconut crops managed by the village-owned enterprise (BUMDes)—is pertinent and highlights a common challenge in agricultural communities. The solution, an education and training program on making isotonic drinks from coconut water, directly addresses this by enhancing local skills and knowledge. The abstract effectively conveys the practical approach, involving both educational presentations and hands-on training, and notes the enthusiastic participation, particularly from mothers, indicating a well-received and engaging program. The immediate positive impact on participants' knowledge and skills in processing coconut water into a value-added product is a clear strength of this reported activity. While the abstract clearly outlines the activity's success in increasing knowledge and skills, it could benefit from more specific details regarding the methodology and the actual measurement of impact. For instance, the extent of "peningkatan pengetahuan dan keterampilan" (increase in knowledge and skills) is stated but not quantified or elaborated upon (e.g., pre/post-tests, specific skill acquisition metrics). Furthermore, the ultimate goal of "pemberdayaan ekonomi masyarakat" (community economic empowerment) is mentioned in the title and conclusion, yet the abstract primarily focuses on skill and knowledge transfer, not on the tangible economic outcomes, market potential, or the actual establishment of a sustainable production unit linked to the BUMDes. Information on the specific product formulation, target market considerations, or any challenges faced during the implementation would also enrich the understanding of the intervention's practicalities and robustness. Overall, this community service program represents a commendable effort to leverage local resources for economic development and community empowerment. The initiative's focus on practical skill-building for value-added product creation is a vital step toward improving livelihoods in rural areas. To further strengthen the reported impact and provide a more comprehensive picture for future publications, it is recommended that the authors include details on the long-term sustainability plan for the product, market access strategies, and a clearer assessment of the economic benefits accruing to the community or the BUMDes. Integrating a follow-up mechanism to track actual product commercialization and income generation would significantly enhance the perceived and actual success of this promising intervention.


Full Text

You need to be logged in to view the full text and Download file of this article - Edukasi dan Pelatihan Pembuatan Minuman Isotonik Berbahan Dasar Kelapa sebagai Upaya Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Desa Wisata Beji, Gunungkidul from Jurnal Pengabdian, Riset, Kreativitas, Inovasi, dan Teknologi Tepat Guna .

Login to View Full Text And Download

Comments


You need to be logged in to post a comment.