Hubungan Stres Kerja Dengan Kinerja Perawat Di Ruang IGD Dan ICU
Home Research Details
Zahalim

Hubungan Stres Kerja Dengan Kinerja Perawat Di Ruang IGD Dan ICU

0.0 (0 ratings)

Introduction

Hubungan stres kerja dengan kinerja perawat di ruang igd dan icu. Menganalisis hubungan erat stres kerja dengan kinerja perawat di IGD dan ICU RS X Kendari. Studi kuantitatif ini menyoroti dampak stres pada layanan kritis dan merekomendasikan solusi manajemen rumah sakit.

0
2 views

Abstract

Stres kerja merupakan salah satu faktor yang berdampak pada kinerja perawat, terutama di lingkungan dengan tingkat stres tinggi seperti ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan ruang Intensive Care Unit (ICU). Peran perawat pada kedua ruangan tersebut memiliki tingkat peran yang krusial dalam pelayanan kesehatan. Berdasarkan hasil survey awal yang dilakukan di RS X Kendari terdapat 30 orang perawat yang bertugas di ruangan ICU dan 30 orang perawat yang betugas di ruangan IGD. Peneliti melakukan wawancara terhadap perawat di ruangan ICU, sebagian besar perawat mengatakan mengalami stres saat merawat pasien, terutama yang dalam kondisi kritis, serta kurangnya dukungan dari atasannya dan sebagian kecil perawat yang lain mengatakan tidak mengalami stres selama merawat pasien di ruangan ICU. Kondisi yang sama juga dialami oleh perawat di ruang IGD yakni sebagian besar perawat mengatakan mengalami stress karena banyaknya prosedur yang harus dilakukan, dan hanya sebagian kecil perawat mengatakan tidak mengalami stres. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami hubungan stress kerja dengan kinerja perawat di ruang IGD dan ICU RS X Kendari. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain Cross Sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah 60 orang, dengan teknik penarikan sampel secara teknik simple random sampling dengan jumlah sampel 34 orang. Metode analisis menggunakan uji Statistik yakni uji chisquare dan cramer’s. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 17 orang (50%) perawat memiliki stres ringan dan 17 orang (50%) perawat memiliki stres sedang. Berdasarkan keeratan hubungan diperoleh hasil bahwa ada hubungan sangat kuat antara stress kerja dengan kinerja perawat di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan Intensive Care Unit (ICU) dengan perolehan nilai (X2Hit=34,000, phi=1,000). Diharapkan pihak manajemen Rumah Sakit lebih memperhatikan pemicu dari stress kerja agar pelayanan yang diberikan oleh perawat semakin bekualitas. Manajemen rumah sakit dapat meningkatkan kualitas pelayanan dan menurunkan stres kerja perawat dengan cara meningkatkan kinerja perawat melalui pelatihan berbasis kompetensi serta membuka rektrutmen atau penerimaan perawat baru untuk memaksilkan kinerja perawat berkaitan dengan stres kerja yang dialami oleh perawat di ruang IGD dan ICU.


Review

This study critically examines the relationship between work-related stress and nurse performance within the high-pressure environments of the Emergency Department (IGD) and Intensive Care Unit (ICU) at RS X Kendari. The research addresses a highly relevant issue, given the pivotal role of nurses in these critical care settings and the inherent stressors of their daily responsibilities. The initial survey insights, revealing a significant prevalence of stress among nurses due to patient criticality, complex procedures, and perceived lack of support, effectively establish the practical significance and urgency of this investigation. The clear objective and the chosen quantitative, cross-sectional design provide a straightforward framework for exploring this important professional challenge. The methodology involved a quantitative cross-sectional design, utilizing a sample of 34 nurses drawn via simple random sampling from a population of 60 within the IGD and ICU units. The findings are stark: 50% of the nurses reported mild stress, while the other 50% experienced moderate stress. Crucially, the statistical analysis using chi-square and Cramer's V indicated a "very strong" relationship between work stress and nurse performance, reporting a phi coefficient of 1.000. While this extremely high correlation value (phi=1.000) strongly emphasizes the link, it also suggests an unusually perfect relationship for real-world health data. Future iterations or the full paper would benefit from a detailed discussion on the variables' measurement and categorization that produced such an exact coefficient, ensuring clarity and robustness of this particularly striking finding. The study's conclusions offer vital practical implications and actionable recommendations for hospital management. The findings unequivocally highlight the need for RS X Kendari to prioritize interventions aimed at mitigating nurse stress to safeguard and enhance the quality of patient care. The recommendations—focusing on identifying and addressing stress triggers, implementing competency-based training to improve performance, and increasing nurse recruitment—are pertinent and directly address the identified challenges. To build upon this foundation, future research could delve deeper into the specific dimensions of stress and performance, perhaps employing qualitative methods to capture the nuanced experiences and coping mechanisms of nurses, or conducting interventional studies to evaluate the efficacy of the proposed management strategies. This would provide a more comprehensive understanding and strengthen the evidence base for targeted interventions.


Full Text

You need to be logged in to view the full text and Download file of this article - Hubungan Stres Kerja Dengan Kinerja Perawat Di Ruang IGD Dan ICU from Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya .

Login to View Full Text And Download

Comments


You need to be logged in to post a comment.