Dukungan Sosial Teman Sebaya dan Quarter Life Crisis pada Mahasiswa Tingkat Akhir
Home Research Details
Alief Syalafiyyah, Kimmy Katkar

Dukungan Sosial Teman Sebaya dan Quarter Life Crisis pada Mahasiswa Tingkat Akhir

0.0 (0 ratings)

Introduction

Dukungan sosial teman sebaya dan quarter life crisis pada mahasiswa tingkat akhir. Teliti hubungan dukungan sosial teman sebaya & quarter life crisis pada mahasiswa tingkat akhir. Hasilnya, tidak ada korelasi signifikan. Temukan faktor lain yang berpengaruh!

0
2 views

Abstract

Mahasiswa tingkat akhir sering mengalami tekanan psikologis karena adanya tuntutan pendidikan dan ketidakpastian masa depan, yang dapat memicu quarter life crisis, yaitu kondisi psikologis di fase dewasa awal saat menghadapi transisi kehidupan. Dukungan sosial teman sebaya dianggap mampu membantu mahasiswa mengatasi tekanan ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial teman sebaya dan quarter life crisis pada mahasiswa tingkat akhir. Hipotesis yang diajukan adalah terdapat hubungan positif antara dukungan sosial teman sebaya dan quarter life crisis. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Responden penelitian berjumlah 80 mahasiswa semester akhir berusia 18 - 29 tahun yang dipilih menggunakan teknik cluster random sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan skala Quarter Life Crisis dan Skala Dukungan Sosial Teman Sebaya yang sudah teruji reliabilitasnya. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman Rho karena data tidak terdistrubsi normal. Hasil penelitian menujunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan sosial teman sebaya dan quarter life crisis (r = 0,154; p = 0,174), sehingga hipotesis penelitian ditolak. Temuan ini menunjukkan bahwa faktor dukungan sosial teman sebaya bukanlah penentu utama dalam menghadapi quarter life crisis pada mahasiswa tingkat akhir. Penelitian ini menekankan perlunya eksplorasi faktor lain, seperti dukungan keluarga, strategi coping individu, atau kondisi lingkungan akademik, untuk memahami quarter life crisis pada fase dewasa awal. Kata kunci : Quarter Life Crisis, Dukungan Sosial Teman Sebaya, Mahasiswa Tingkat Akhir


Review

Penelitian ini mengkaji hubungan penting antara dukungan sosial teman sebaya dan krisis seperempat baya (quarter life crisis) pada mahasiswa tingkat akhir, sebuah topik yang sangat relevan mengingat tekanan akademik dan ketidakpastian masa depan yang dihadapi demografi ini. Pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional yang digunakan sudah tepat untuk tujuan penelitian. Aspek metodologis seperti penggunaan teknik cluster random sampling, skala pengukuran yang telah teruji reliabilitasnya, serta pemilihan uji korelasi Spearman Rho yang disesuaikan dengan distribusi data yang tidak normal, menunjukkan desain penelitian yang cermat dan berupaya menjaga validitas temuan. Meskipun demikian, terdapat satu poin krusial yang memerlukan klarifikasi lebih lanjut. Hipotesis yang diajukan adalah "terdapat hubungan positif antara dukungan sosial teman sebaya dan quarter life crisis". Secara intuitif, dukungan sosial umumnya dianggap sebagai faktor pelindung atau pendorong kesejahteraan, sehingga hubungan positif dengan krisis (sebuah kondisi negatif) akan menyiratkan bahwa semakin banyak dukungan, semakin tinggi tingkat krisis, yang tampaknya berlawanan dengan ekspektasi. Jika maksudnya adalah dukungan sosial mengurangi krisis, maka hipotesis seharusnya menunjukkan hubungan negatif. Terlepas dari formulasi hipotesis tersebut, temuan bahwa "tidak terdapat hubungan yang signifikan" (r = 0,154; p = 0,174) merupakan hasil yang penting dan menantang asumsi umum mengenai peran dukungan teman sebaya sebagai penentu utama dalam mengatasi krisis seperempat baya. Penolakan hipotesis ini memberikan kontribusi yang signifikan dengan menyajikan bukti bahwa dukungan teman sebaya mungkin bukan satu-satunya atau bahkan faktor dominan dalam memitigasi quarter life crisis pada mahasiswa tingkat akhir. Hasil ini membuka jalan bagi eksplorasi lebih lanjut terhadap faktor-faktor lain yang diusulkan oleh peneliti, seperti dukungan keluarga, strategi koping individu, atau kondisi lingkungan akademik. Untuk penelitian di masa depan, akan bermanfaat untuk menyelidiki dimensi-dimensi spesifik dari dukungan teman sebaya (misalnya, dukungan emosional versus instrumental) atau peran moderasi dan mediasi yang mungkin dimilikinya, serta mempertimbangkan pendekatan kualitatif untuk memahami pengalaman kompleks mahasiswa secara lebih mendalam.


Full Text

You need to be logged in to view the full text and Download file of this article - Dukungan Sosial Teman Sebaya dan Quarter Life Crisis pada Mahasiswa Tingkat Akhir from Reswara Journal of Psychology .

Login to View Full Text And Download

Comments


You need to be logged in to post a comment.