Aplikasi Metode Pengemasan Retort untuk Meningkatkan Masa Simpan Produk Jadah Abon Tempe di Sentra Industri Jadah Tempe, Kaliurang, Hargobinangun, Sleman, Yogyakarta
Home Research Details
Endy Triyannanto, Rio Jati Kusuma, Muhammad Akhsin Muflikhun, Andri Haryono Awalokta Kusuma, Edi Suryanto, Rusman, Abdul Azim Qutb, Rio Olympias Sujarwanta, Dimas Muhammad Husen, Muhammad Shaddam Ramadhan, Oktafiandani Darmawan, Pradita Iustitia Sitaresmi

Aplikasi Metode Pengemasan Retort untuk Meningkatkan Masa Simpan Produk Jadah Abon Tempe di Sentra Industri Jadah Tempe, Kaliurang, Hargobinangun, Sleman, Yogyakarta

0.0 (0 ratings)

Introduction

Aplikasi metode pengemasan retort untuk meningkatkan masa simpan produk jadah abon tempe di sentra industri jadah tempe, kaliurang, hargobinangun, sleman, yogyakarta. Tingkatkan masa simpan Jadah Abon Tempe khas Yogyakarta hingga 1 tahun dengan pengemasan retort. Atasi kendala distribusi, tingkatkan gizi & daya tarik produk di Sentra Industri Kaliurang.

0
22 views

Abstract

Jadah tempe merupakan makanan tradisional dari Sleman, Yogyakarta yang sangat digemari, baik oleh penduduk lokal maupun wisatawan, serta banyak dijual di daerah Kaliurang dan sekitarnya. Namun, inovasi produk ini masih terbatas karena adanya kendala utama yaitu masa simpan yang pendek, hanya berkisar 2—3 hari. Hal ini disebabkan oleh metode pengemasan yang masih tradisional sehingga menghambat distribusinya ke pasar yang lebih luas. Selain itu, minimnya variasi produk membuat daya tariknya terbatas sehingga diperlukan inovasi untuk meningkatkan daya tarik dan nilai gizinya. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengatasi masalah tersebut dengan memperkenalkan teknologi pengemasan retort yang berguna untuk memperpanjang masa simpan jadah tempe dan melakukan diversifikasi produk melalui penambahan abon sapi—dipilih karena kandungan protein hewaninya yang tinggi—untuk meningkatkan nilai gizi dan cita rasa produk. Program ini dilaksanakan melalui beberapa tahap, meliputi observasi lapangan untuk mengidentifikasi kendala produksi, sosialisasi dan diskusi dengan kelompok usaha setempat, pelatihan penggunaan mesin retort dan teknik pengemasan vakum, serta pendampingan berkelanjutan dalam penerapan teknologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pengemasan retort yang melibatkan sterilisasi pada suhu 121 °C dan penyegelan vakum dapat memperpanjang masa simpan jadah abon tempe hingga satu tahun. Metode ini secara efektif mencegah paparan oksigen dan menjaga kelembaban produk sehingga kualitas dan keawetannya terjamin. Selain itu, penambahan abon sapi diharapkan dapat meningkatkan profil nutrisi dan daya tarik produk bagi konsumen. Dengan pengemasan retort, jadah abon tempe menjadi lebih tahan lama, mudah dibawa, dan praktis untuk disimpan sehingga dapat menjadi oleh-oleh khas Yogyakarta yang ideal sekaligus mengatasi keterbatasan pengemasan tradisional.


Review

This community engagement program addresses a critical challenge faced by the traditional food industry in Sleman, Yogyakarta: the notoriously short shelf life of Jadah Tempe. As a highly popular local delicacy, its limited shelf stability (2-3 days) due to conventional packaging methods severely restricts its market reach and potential for wider distribution. The authors propose an innovative and practical solution through the application of retort packaging technology, complemented by product diversification via the addition of *abon sapi* (beef floss) to enhance nutritional value and consumer appeal. This initiative is well-positioned to significantly uplift the economic viability and market presence of this beloved traditional product. The methodology employed involved a structured approach, starting with field observations to identify production bottlenecks, followed by community engagement through socialization and discussions with local business groups. Crucially, the program included hands-on training in retort machine operation and vacuum packaging techniques, supported by continuous mentoring. The core technological intervention, retort packaging, involved sterilization at 121°C combined with vacuum sealing. The abstract highlights a remarkable achievement: this method successfully extended the shelf life of Jadah Abon Tempe from merely a few days to an impressive one year. This extension is attributed to the technology's effectiveness in preventing oxygen exposure and preserving product moisture, thereby guaranteeing quality and durability. Furthermore, the incorporation of *abon sapi* is expected to significantly improve the product's nutritional profile and overall consumer attractiveness. The outcomes of this program demonstrate a substantial positive impact, transforming Jadah Tempe into a more durable, portable, and conveniently storable product. By overcoming the inherent limitations of traditional packaging, the innovation allows Jadah Abon Tempe to function ideally as a distinctive Yogyakarta souvenir, accessible to a much broader consumer base. While the abstract strongly emphasizes the technological success in shelf life extension, future investigations could benefit from a more detailed analysis of the sensory attributes of the retort-packaged product over its extended shelf life, consumer acceptance studies, and a thorough economic viability assessment for local producers. Nonetheless, this initiative represents a commendable step towards modernizing traditional food production and enhancing regional culinary heritage.


Full Text

You need to be logged in to view the full text and Download file of this article - Aplikasi Metode Pengemasan Retort untuk Meningkatkan Masa Simpan Produk Jadah Abon Tempe di Sentra Industri Jadah Tempe, Kaliurang, Hargobinangun, Sleman, Yogyakarta from Jurnal Pengabdian, Riset, Kreativitas, Inovasi, dan Teknologi Tepat Guna .

Login to View Full Text And Download

Comments


You need to be logged in to post a comment.