Studi deskriptif tentang perilaku merokok keluarga pada anak dengan pnemonia yang di rawat di rsud jailolo. Studi deskriptif di RSUD Jailolo mengungkap tingginya paparan asap rokok rumah tangga pada anak dengan pneumonia. Perilaku merokok keluarga jadi fokus edukasi & intervensi.
Latar Belakang: Pneumonia masih menjadi penyebab utama kesakitan dan kematian pada anak, terutama di negara berpendapatan rendah dan menengah. Salah satu faktor risiko lingkungan yang penting adalah paparan asap rokok di rumah tangga. Penelitian ini bertujuan menggambarkan perilaku merokok keluarga, berdasarkan data yang diperoleh pada saat anak sedang dirawat dengan pneumonia di RSUD Jailolo. Metode: Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan teknik accidental sampling terhadap 35 orang tua anak penderita pneumonia yang berobat di Poli Anak RSUD Jailolo selama September 2025. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner mengenai jumlah anggota keluarga yang merokok di dalam rumah, jenis rokok yang digunakan, serta derajat konsumsi rokok, kemudian dianalisis secara univariat. Hasil menunjukkan 94,2% anak dengan pneumonia tinggal di rumah yang memiliki perokok, dengan 54,2% memiliki dua perokok dan 14,2% lebih dari dua perokok. Jenis rokok yang paling banyak digunakan adalah rokok batang (71,4%), sedangkan paparan rokok batang termasuk kombinasi mencapai 80%. Pada kelompok perokok rokok batang, mayoritas termasuk perokok sedang (10–20 batang/hari) sebesar 64,29%. Kesimpulan: Temuan ini menunjukkan tingginya paparan asap rokok rumah tangga pada anak dengan pneumonia. Edukasi rumah bebas asap rokok dan intervensi berhenti merokok berbasis keluarga perlu diperkuat sebagai bagian dari upaya pencegahan pneumonia anak.
This descriptive study provides timely and crucial insights into the prevalence of family smoking behavior among children hospitalized with pneumonia at RSUD Jailolo. The abstract clearly establishes the significance of the problem by linking pneumonia as a leading cause of child morbidity and mortality, particularly emphasizing household secondhand smoke exposure as a critical environmental risk factor. The research effectively addresses its aim to quantify and describe family smoking patterns, offering a valuable snapshot of a modifiable risk factor in a vulnerable population within a specific regional context. Utilizing a quantitative descriptive design with accidental sampling of 35 parents, the methodology appears straightforward and appropriate for the study's objectives. The data collection focused on key parameters such as the number of household smokers, type of cigarettes used, and daily consumption levels, which were then analyzed univariately. The findings are stark and compelling: a vast majority (94.2%) of children with pneumonia were exposed to household smokers, with a significant proportion having two or more smokers at home. The predominant use of cigarette sticks and a high rate of moderate smoking (10-20 sticks/day) among these smokers further paints a concerning picture of sustained and substantial secondhand smoke exposure. In conclusion, the study unequivocally demonstrates a high burden of household secondhand smoke exposure among children presenting with pneumonia at RSUD Jailolo. These findings provide a robust basis for immediate public health action. The authors’ recommendations for strengthening smoke-free home education and implementing family-based smoking cessation interventions are directly aligned with the identified problem and offer practical strategies for prevention. This research serves as a vital call to action for healthcare providers and public health authorities to prioritize comprehensive interventions aimed at reducing household smoking and, consequently, improving child respiratory health outcomes in the region.
You need to be logged in to view the full text and Download file of this article - Studi Deskriptif tentang Perilaku Merokok Keluarga pada Anak dengan Pnemonia yang di Rawat di RSUD Jailolo from Jurnal Keperawatan Bunda Delima .
Login to View Full Text And DownloadYou need to be logged in to post a comment.
By Sciaria
By Sciaria
By Sciaria
By Sciaria
By Sciaria
By Sciaria