Rokok dalam Diskursus Kebertubuhan Masyarakat Desa Paripurno, Kec. Salaman, Kab. Magelang
Home Research Details
Adhy Kurniawan, Muhammad Rheza Pramadityo, Andryan

Rokok dalam Diskursus Kebertubuhan Masyarakat Desa Paripurno, Kec. Salaman, Kab. Magelang

0.0 (0 ratings)

Introduction

Rokok dalam diskursus kebertubuhan masyarakat desa paripurno, kec. Salaman, kab. Magelang. Menggali kebertubuhan rokok dalam kebiasaan merokok di Desa Paripurno, Magelang. Analisis fenomenologi rokok sebagai bagian integral kehidupan sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat.

0
32 views

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggali lebih dalam mengenai bagaimana kebertubuhan terhadap rokok terbentuk dalam kebiasaan merokok di Desa Paripurno, Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang. Lebih lanjut, penelitian ini juga menyoroti bagaimana kebiasaan merokok yang sudah dilakukan selama bertahun-tahun secara turun-temurun dapat memainkan peran penting dalam membentuk dinamika sosial dan ekonomi di desa tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan studi literatur serta wawancara dengan warga Desa Paripurno. Penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologi dengan metode deskriptif-interpretatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan merokok di Desa Paripurno tidak bisa dilepaskan dari konsep kebertubuhan dalam kajian filsafat. Rokok telah melekat erat dalam tubuh setiap individu di desaini, baik generasi muda maupun para sesepuh. Rokok bukan hanya dipandang sekedar objek pasif yang berjarak seperti bahan konsumsi, melainkan juga memiliki makna mendalam yang mencakup aspek aksiologis, epistemologis, dan ontologis yang telah menyatu dengan keseharian masyarakat desa. Fenomena ini menunjukkan bagaimana rokok telah melampaui fungsi materialnya dan menjadi bagian integral darikehidupan sehari-hari dengan membawa serta cerita, pengalaman, dan epistemologi secara turun-temurun yang diwariskan dari generasi ke generasi. Pengetahuan ini membentuk cara masyarakat memahami danberinteraksi dengan lingkungan sosial mereka. Keberadaan rokok dalam kehidupan sehari-hari mencerminkan hubungan yang erat antara individu dengan kebertubuhannya, serta antara individu dengan komunitas dan lingkungan sosialnya. Ontologi relasional yang terlihat pada relasi rokok sering kali menjadi alat untuk menegaskan identitas sosial dan status dalam komunitas serta sebagai bagian dari ritual sosial yang memperkuat hubungan antar individu. Kebiasaan merokok telah mengintegrasikan diri ke dalam struktur sosial dan budaya desa sehingga menciptakan makna yang mendalam dan kompleks. Pada akhirnya, kebiasaan merokok di Desa Paripurno telah menjadi bagian integral dari kehidupan sehari-hari yang dipengaruhi dan memengaruhi nilai-nilai aksiologis, seperti budaya religius, ekonomi, dan sosio-kultural. Hal ini menunjukan adanya interaksi dinamis antara aspek material dan non-material dalam kehidupan sosial dan budaya di desa tersebut.


Review

This paper, "Rokok dalam Diskursus Kebertubuhan Masyarakat Desa Paripurno, Kec. Salaman, Kab. Magelang," presents a compelling qualitative inquiry into the profound embodiment of smoking within the community of Desa Paripurno. The research innovatively moves beyond a superficial understanding of smoking as mere consumption, instead delving into its deep-rooted philosophical dimensions, particularly how generational habits shape social and economic dynamics. Employing a phenomenological approach with descriptive-interpretative methods, augmented by literature review and direct interviews, the study seeks to unravel the complex relationship between individuals, their bodies, and the act of smoking in a specific rural Indonesian context. The findings reveal that smoking in Desa Paripurno is inextricably linked to a concept of "kebertubuhan" (embodiment), where cigarettes transcend their material form to become an integral part of individuals' identities across generations. The abstract highlights that smoking is not a passive object but carries profound axiological, epistemological, and ontological meanings, deeply woven into daily life and inherited experiences. This relational ontology of smoking is shown to affirm social identity and status, acting as a crucial element in social rituals that strengthen community bonds. The research effectively demonstrates how this habit has become deeply integrated into the village's socio-cultural structure, creating a rich tapestry of complex meanings and influencing religious, economic, and socio-cultural values. This study offers significant contributions by illuminating the intricate interplay between the material object (cigarettes) and the non-material aspects of human experience within a localized cultural setting. Its detailed exploration of how smoking is embodied and functions as a carrier of collective stories and knowledge provides valuable insights for anthropology, sociology, and public health, particularly in understanding resistance to cessation efforts rooted in cultural practices. The paper successfully underscores that intervention strategies concerning smoking must acknowledge these deep-seated cultural, social, and existential dimensions rather than merely focusing on individual health risks. Overall, it serves as an excellent example of how nuanced qualitative research can uncover the multifaceted complexities of seemingly simple daily habits.


Full Text

You need to be logged in to view the full text and Download file of this article - Rokok dalam Diskursus Kebertubuhan Masyarakat Desa Paripurno, Kec. Salaman, Kab. Magelang from Jurnal Pengabdian, Riset, Kreativitas, Inovasi, dan Teknologi Tepat Guna .

Login to View Full Text And Download

Comments


You need to be logged in to post a comment.