Peningkatan Adopsi Petani Terhadap Penerapan Good Agricultural Practices (GAP) Padi Organik
Home Research Details
Suswadi, Arbianti, Mutiarra Ridyo Arum, Teguh Supriyadi, Faustina Yuniastuti, Suyanti

Peningkatan Adopsi Petani Terhadap Penerapan Good Agricultural Practices (GAP) Padi Organik

0.0 (0 ratings)

Introduction

Peningkatan adopsi petani terhadap penerapan good agricultural practices (gap) padi organik. Analisis adopsi petani terhadap GAP padi organik. Temukan faktor pengaruh (partisipasi, penyuluhan, pengalaman) dan strategi peningkatan penerapan praktik pertanian organik berkelanjutan.

0
43 views

Abstract

Penerapan Good Agricultural Practice (GAP) merupakan inovasi yang diimplementasikan pada Kelompok Tani Pangudi Bogo sebagai upaya dalam melaksanakan SOP-GAP padi organik agar padi yang dihasilkan dapat memenuhi standar. Namun, adopsi dari inovasi GAP padi organik belum diketahui apakah petani benar-benar mengimplementasikan sesuai dengan GAP padi organik. Tujuan penelitian ini (1) mengetahui adopsi petani terhadap penerapan GAP padi organik (2) mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi adopsi petani terhadap penerapan GAP padi organik (3) mengetahui bagaimana cara untuk meningkatkan adopsi petani terhadap penerapan GAP padi organik. Metode penentuan lokasi dengan purposive yaitu pada Kelompok Tani Pangudi Bogo. Jumlah sampel sebanyak 30 petani padi organik. Metode analisis data menggunakan analisis linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adopsi petani terhadap penerapan Good Agricultural Practice (GAP) padi organic yang tergolong tinggi meliputi penggunaan lahan dan tanah, penggunaan benih, penanaman, pemupukan, transportasi dan pergudangan sedangkan untuk kategori sedang meliputi penyiangan, pengendalian hama dan penyakit tanaman, panen dan pascapanen. Faktor yang mempengaruhi adopsi petani adalah partisipasi, penyuluhan, dan pengalaman bertani organic. Peningkatan adopsi dapat dilakukan dengan meningkatkan partisipasi dan keterlibatan petani dalam menerapkan SOP-GAP padi organic, meningkatkan frekuensi penyuluhan, dan menambah pengalaman bertani organic.


Review

The paper "Peningkatan Adopsi Petani Terhadap Penerapan Good Agricultural Practices (GAP) Padi Organik" addresses a highly relevant issue concerning the adoption of organic rice Good Agricultural Practices (GAP) among farmers. The focus on the Pangudi Bogo Farmer Group provides a specific context for understanding the challenges and successes of implementing sustainable agricultural innovations. The clear articulation of the research objectives – to assess adoption levels, identify influencing factors, and propose strategies for improvement – provides a robust framework for the study, indicating a practical and policy-relevant contribution to agricultural extension and sustainable food systems. The methodology employed, utilizing purposive sampling within the specified farmer group with a sample size of 30 organic rice farmers and analyzed through multiple linear regression, appears appropriate for exploring the stated objectives. The findings offer valuable insights, distinguishing between GAP components with high adoption (land/soil use, seed use, planting, fertilization, transport/storage) and those with moderate adoption (weeding, pest/disease control, harvest/post-harvest). Crucially, the study identifies farmer participation, extension services, and organic farming experience as significant factors influencing adoption. These results pinpoint specific areas where interventions can be targeted to enhance GAP implementation. A notable strength of this research lies in its clear, actionable recommendations for increasing adoption, directly linking findings to practical strategies such as enhancing farmer participation, increasing extension frequency, and expanding organic farming experience. However, the study's reliance on a single farmer group, while providing depth, may limit the generalizability of the findings to a broader population of organic rice farmers. Future research could consider expanding the scope to multiple farmer groups or regions to assess the universality of these factors. Additionally, exploring the specific barriers leading to moderate adoption in categories like pest/disease control or post-harvest, perhaps through qualitative methods, could provide a deeper understanding and more nuanced solutions for these critical aspects of organic farming.


Full Text

You need to be logged in to view the full text and Download file of this article - Peningkatan Adopsi Petani Terhadap Penerapan Good Agricultural Practices (GAP) Padi Organik from JURNAL ILMIAH AGRINECA .

Login to View Full Text And Download

Comments


You need to be logged in to post a comment.