Lebih dari bermain di lantai: penerapan pendekatan dir/floortime untuk meningkatkan kemampuan komunikasi pada anak dengan autism spectrum disorder. Penelitian ini menguji efektivitas pendekatan DIR/Floortime dalam meningkatkan kemampuan komunikasi dua arah dan fungsi emosi pada anak dengan Autism Spectrum Disorder (ASD).
Interaksi sosial merupakan fondasi bagi berbagai area perkembangan anak. Meskipun begitu, untuk anak-anak dengan kondisi perkembangan yang berbeda seperti anak-anak dengan autism spectrum disorder (ASD), interaksi sosial justru dapat menjadi hal yang menantang karena keunikan yang mereka miliki dalam berkomunikasi dan berinteraksi. Oleh karena itu, penanganan yang tepat bagi individu dengan ASD sangat dibutuhkan untuk mendukung perkembangan yang optimal. Salah satu intervensi yang telah terbukti efektif dalam mendukung perkembangan anak dengan ASD adalah intervensi dengan pendekatan DIR/Floortime. Penelitian ini merupakan sebuah penelitian single-case design yang bertujuan untuk melihat efektivitas DIR/Floortime dalam meningkatkan komunikasi dua arah. Partisipan dalam penelitian ini adalah seorang anak perempuan berusia 5 tahun 8 bulan yang terdiagnosa ASD dan ibu yang merupakan pengasuh utama dari anak. Pengukuran dilakukan dengan melihat lingkar komunikasi anak-ibu, inisiasi komunikasi anak, dan fungsi emosi berdasarkan Functional-Emotional Assesment Scale (FEAS). selama kegiatan bermain Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pada kemampuan komunikasi anak serta fungsi emosi anak dan ibu setelah intervensi dilakukan.
You need to be logged in to view the full text and Download file of this article - Lebih dari Bermain di Lantai: Penerapan Pendekatan DIR/Floortime untuk Meningkatkan Kemampuan Komunikasi pada Anak dengan Autism Spectrum Disorder from JURNAL INI SEDANG DALAM PERBAIKAN INTERNAL .
Login to View Full Text And DownloadYou need to be logged in to post a comment.
By Sciaria
By Sciaria
By Sciaria
By Sciaria
By Sciaria
By Sciaria