Kompensasi dengan intensi turnover pada karyawan generasi milenial di kota samarinda. Penelitian ini mengkaji hubungan kompensasi dan intensi turnover pada karyawan generasi milenial di Samarinda. Temukan bagaimana kompensasi yang tepat dapat mengurangi keinginan mereka.
Saat ini, karyawan generasi milenial memainkan peran kunci dalam kekuatan kerja. Generasi milenial dikenal sebagai kelompok yang cenderung mencari pekerjaan yang memberikan nilai tambah bukan hanya dari segi gaji, tetapi juga dari segi fleksibilitas, pengakuan, dan kesempatan pengembangan karier. Dengan karakteristik yang mereka miliki, tidak jarang generasi milenial sering memiliki keinginan untuk meninggalkan perusahaan apabila kebutuhannya tidak terpenuhi. Hal ini menyebabkan tingginya tingkat turnover pada karyawan generasi milenial yang dipicu oleh berbagai faktor, salah satunya kompensasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kompensasi dengan intensi turnover pada karyawan generasi milenial. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan sampel karyawan generasi milenial di Kota Samarinda yang dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling. Metode pengumpulan menggunakan skala intensi turnover dan skala kompensasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah korelasi product moment. Hasil penelitian menunjukkan nilai r hitung = -0.859 > r tabel = 0.113 dan nilai p = 0.000 (p < 0.05) yang artinya terdapat hubungan kompensasi dengan intensi turnover dengan arah negatif. Artinya, semakin rendah kompensasi yang diterima maka semakin tinggi intensi turnover yang terjadi. Begitu sebaliknya, semakin tinggi kompensasi yang diterima maka semakin rendah intensi turnover yang terjadi. Implikasi dari penelitian ini adalah memberikan edukasi pada perusahaan terkait penyesuaian yang tepat dalam pemberian kompensasi agar dapat membantu mengurangi intensi turnover dan meningkatkan retensi karyawan generasi milenial.
This study, "Kompensasi dengan Intensi Turnover pada Karyawan Generasi Milenial di Kota Samarinda," addresses a highly relevant topic in contemporary human resource management: the factors influencing turnover intention among millennial employees. Recognizing the unique characteristics and expectations of this demographic, the research aimed to quantitatively explore the relationship between compensation and turnover intention within the specific context of Samarinda. Employing a correlational approach with purposive sampling, the study successfully identified a significant negative relationship, indicating that lower compensation is associated with a higher intent to leave, and conversely, adequate compensation contributes to lower turnover intention. The paper provides a valuable contribution by empirically confirming a crucial link between compensation and employee retention among millennials. The clear articulation of the research objective, coupled with a well-defined quantitative methodology, makes the findings robust and interpretable. The strong statistical evidence presented (r = -0.859, p = 0.000) unequivocally supports the stated conclusion. Furthermore, the explicit practical implication—advising companies to adjust compensation strategies to improve millennial retention—is a significant strength, offering actionable insights for organizational leaders and HR practitioners dealing with the unique challenges of managing this generation. While the study effectively establishes a strong correlation, a deeper exploration of the multifaceted nature of "kompensasi" would enhance its theoretical contribution. The abstract acknowledges that millennials seek value beyond mere salary, including flexibility, recognition, and career development, yet the measurement of "kompensasi" seems to be treated as a singular variable. Future research could benefit from disaggregating compensation into its various financial and non-financial components to understand their differential impact on turnover intention. Additionally, incorporating qualitative methods could provide richer insights into *why* certain compensation elements are more salient for millennials. Addressing potential limitations, such as the generalizability of findings beyond Samarinda or the reliance on self-reported data, would also strengthen the scholarly rigor and guide future research directions.
You need to be logged in to view the full text and Download file of this article - Kompensasi dengan Intensi Turnover pada Karyawan Generasi Milenial di Kota Samarinda from Locus Journal of Academic Literature Review .
Login to View Full Text And DownloadYou need to be logged in to post a comment.
By Sciaria
By Sciaria
By Sciaria
By Sciaria
By Sciaria
By Sciaria