Kohesi dan koherensi kohesi dan koherensi dalam analisis wacana terhadap berita kepemimpinan jokowi di tempo.co. Analisis kohesi dan koherensi dalam berita Tempo.co mengungkap wacana evaluatif kepemimpinan Jokowi. Pahami strategi linguistik dan representasi politik di media digital.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis penggunaan kohesi dan koherensi dalam membentuk wacana evaluatif terhadap kepemimpinan Presiden Joko Widodo pada berita daring Tempo.co. Dengan menggunakan pendekatan analisis wacana deskriptif, data diambil dari dua artikel berita berjudul “Rapor Merah Sang Raja Jawa” dan “Nawacita Jadi Nawa Keji” yang mengandung penilaian kritis terhadap kinerja pemerintahan Jokowi dalam sepuluh tahun terakhir. Analisis dilakukan dengan mengacu pada teori kohesi gramatikal dan leksikal dari Halliday dan Hasan (1976) yang telah dikembangkan dalam konteks digital oleh Taboada (2016), serta model koherensi kognitif dan semantis oleh Renkema dan Schubert (2018). Hasil analisis menunjukkan bahwa kohesi diwujudkan melalui referensi yang konsisten pada aktor utama (“Jokowi”, “Presiden”, “pemerintah”), repetisi leksikal pada istilah evaluatif seperti “represif”, “HAM”, dan “pelanggaran”, serta penggunaan variasi sinonim bernuansa ideologis seperti “rejim” dan “king of lip service” sebagai strategi retoris. Sementara itu, koherensi dibentuk melalui relasi logis kronologis dan kausal yang terstruktur, serta inferensi metaforis seperti transformasi istilah “Nawacita” menjadi “Nawa Keji” yang menyiratkan kekecewaan publik terhadap janji politik. Konsistensi tematik pada masing-masing teks memperlihatkan narasi sistematis: berita pertama menyoroti isu demokrasi dan kebebasan sipil, sementara berita kedua memfokuskan pada pelanggaran HAM di Papua. Temuan ini menunjukkan bahwa kohesi dan koherensi tidak hanya berperan sebagai struktur linguistik, melainkan juga sebagai instrumen konstruksi makna dan representasi politik dalam teks media digital. Penelitian ini menegaskan pentingnya literasi media kritis untuk memahami muatan ideologis di balik wacana yang tampak utuh secara bentuk, namun sarat dengan strategi evaluatif tersembunyi.
Penelitian ini mengkaji topik yang sangat relevan dan tepat waktu, yaitu analisis kohesi dan koherensi dalam wacana evaluatif berita daring mengenai kepemimpinan politik. Fokus pada berita Tempo.co terkait Presiden Joko Widodo memberikan konteks yang kaya dan spesifik untuk eksplorasi bagaimana teks media digital membentuk persepsi publik. Pendekatan analisis wacana deskriptif didukung oleh kerangka teoritis yang solid, menggabungkan teori kohesi Halliday dan Hasan yang diperbarui oleh Taboada untuk konteks digital, serta model koherensi kognitif dan semantis dari Renkema dan Schubert. Pemilihan dua artikel berita yang secara eksplisit bernada kritis, "Rapor Merah Sang Raja Jawa" dan "Nawacita Jadi Nawa Keji," merupakan pilihan data yang strategis untuk mencapai tujuan penelitian. Hasil penelitian secara cermat menguraikan bagaimana kohesi dan koherensi dioperasikan sebagai instrumen retoris. Kohesi ditunjukkan melalui referensi nominal yang konsisten, repetisi leksikal dari istilah evaluatif seperti "represif" dan "pelanggaran HAM," serta penggunaan sinonim bernuansa ideologis yang kuat seperti "rejim" dan "king of lip service." Sementara itu, koherensi terbukti dibangun melalui relasi logis kronologis dan kausal yang terstruktur, serta inferensi metaforis yang kuat, seperti transformasi “Nawacita” menjadi “Nawa Keji” yang secara efektif menyiratkan kekecewaan. Analisis juga berhasil menunjukkan konsistensi tematik pada setiap teks, menegaskan bahwa struktur linguistik ini tidak hanya bersifat internal, tetapi juga berperan aktif dalam membentuk narasi politik yang sistematis. Secara keseluruhan, penelitian ini memberikan kontribusi signifikan terhadap pemahaman kita tentang konstruksi makna dan representasi politik dalam teks media digital. Temuan bahwa kohesi dan koherensi berfungsi sebagai instrumen strategis untuk menyampaikan muatan ideologis di balik wacana yang tampak utuh adalah wawasan yang krusial. Implikasi penelitian ini terhadap literasi media kritis sangatlah penting, menekankan perlunya pembaca untuk memahami lapisan-lapisan evaluatif tersembunyi dalam pemberitaan. Studi ini dieksekusi dengan baik, menawarkan analisis yang mendalam dan relevan yang memperkaya bidang linguistik dan komunikasi politik.
You need to be logged in to view the full text and Download file of this article - KOHESI DAN KOHERENSI KOHESI DAN KOHERENSI DALAM ANALISIS WACANA TERHADAP BERITA KEPEMIMPINAN JOKOWI DI TEMPO.CO from KLAUSA (Kajian Linguistik, Pembelajaran Bahasa, dan Sastra) .
Login to View Full Text And DownloadYou need to be logged in to post a comment.
By Sciaria
By Sciaria
By Sciaria
By Sciaria
By Sciaria
By Sciaria