Hubungan Tingkat Pengetahuan Remaja Mengenai Gizi Seimbang Dengan Angka Kejadian Obesitas Pada Siswa SMK Negeri 5 Kabupaten Tangerang
Home Research Details
Aprilia Nur Rohmah, Inna Solihati Embrik, Ayu Pratiwi

Hubungan Tingkat Pengetahuan Remaja Mengenai Gizi Seimbang Dengan Angka Kejadian Obesitas Pada Siswa SMK Negeri 5 Kabupaten Tangerang

0.0 (0 ratings)

Introduction

Hubungan tingkat pengetahuan remaja mengenai gizi seimbang dengan angka kejadian obesitas pada siswa smk negeri 5 kabupaten tangerang. Temukan hubungan tingkat pengetahuan gizi seimbang dengan kejadian obesitas pada remaja siswa SMKN 5 Kab. Tangerang. Penelitian kuantitatif ini menunjukkan semakin baik pengetahuan, semakin rendah obesitas.

0
45 views

Abstract

Remaja merupakan masa transisi dari kanak-kanak ke keadaan nyatanya, pada masa inilah pondasi kehidupan sehari-hari dibangun. Obesitas disebut sebagai asupan makanan yang tidak normal atau berlebihan yang dapat memicu penumpukan lemak serta dapat membahayakan kesehatan tubuh. Lebih dari 340 juta anak dan remaja berusia 5-19 tahun mengalami kelebihan berat badan atau obesitas pada tahun 2016. Di Indonesia 13,5% usia 18 tahun mengalami kelebihan berat badan dan 28,7% mengalami obesitas dengan IMT 25 dan 15,4% dengan IMT 27. Kurangnya pengetahuan, pengalaman, serta paparan informasi dapat menambah angka kejadian obesitas yang sudah ada. penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan remaja mengenai gizi seimbang dengan angka kejadian obesitas pada siswa SMKN 5 Kabupaten Tangerang. penegambilan sampel ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional dengan sampel 129 siswa kelas X SMKN 5 Kabupaten Tangerang. Hasil penelitian ini menunjukan adanya hubungan antara pengetahuan gizi seimbang dengan angka kejadian obesitas dimana nilai p = 0,000. Dari penelitian ini adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan gizi seimbang dengan angka kejadian obesitas di SMKN 5 Kabupaten Tangerang. Bahwa semakin baik pengetahuan maka semakin rendah pula angka kejadian obesitas.


Review

The submitted manuscript, "Hubungan Tingkat Pengetahuan Remaja Mengenai Gizi Seimbang Dengan Angka Kejadian Obesitas Pada Siswa SMK Negeri 5 Kabupaten Tangerang," addresses a highly pertinent public health issue: adolescent obesity. The abstract effectively highlights the growing global and national burden of obesity among young people and posits that a lack of knowledge regarding balanced nutrition could be a contributing factor. The study's clear objective is to investigate the relationship between the level of balanced nutrition knowledge among adolescents and the incidence of obesity specifically within vocational high school students in Kabupaten Tangerang, Indonesia. This localized focus offers valuable insights into a specific demographic often overlooked in broader health studies. Methodologically, the study employed a quantitative cross-sectional design, utilizing a sample of 129 tenth-grade students from SMKN 5 Kabupaten Tangerang. The chosen design is appropriate for identifying associations between variables at a specific point in time. The core finding presented is a statistically significant relationship (p = 0.000) between knowledge of balanced nutrition and the occurrence of obesity. Crucially, the abstract concludes that improved knowledge correlates with a lower incidence of obesity, which aligns with common public health understanding and provides a clear direction for potential interventions aimed at promoting healthier dietary habits. While the study presents a compelling and statistically significant association, offering a foundation for future health promotion efforts, some limitations inherent to its design and presentation should be considered. The cross-sectional nature, though efficient, precludes the establishment of a causal relationship; it cannot definitively prove that better knowledge *causes* lower obesity rates, only that they are associated. Future research could benefit from longitudinal designs to explore causality and intervention studies to test the impact of knowledge improvement directly. Furthermore, the abstract would be strengthened by briefly mentioning the specific methods used to assess "knowledge" and "obesity" (e.g., self-reported questionnaires, objective BMI measurements), as the validity of these measures is crucial. Despite these points, the study's findings contribute meaningfully to the understanding of adolescent health in the Indonesian context and underscore the importance of nutrition education in combating the rising tide of obesity.


Full Text

You need to be logged in to view the full text and Download file of this article - Hubungan Tingkat Pengetahuan Remaja Mengenai Gizi Seimbang Dengan Angka Kejadian Obesitas Pada Siswa SMK Negeri 5 Kabupaten Tangerang from Jurnal Dunia Ilmu Kesehatan (JURDIKES) .

Login to View Full Text And Download

Comments


You need to be logged in to post a comment.