ANALISIS PERUBAHAN BEBAN KERJA PMIK BAGIAN PENGKODEAN DIAGNOSA SETELAH PENERAPAN REKAM MEDIS ELEKTRONIK MENGGUNAKAN METODE ABK-KES DI RUMAH SAKIT WAVA HUSADA KEPANJE
Home Research Details
Farah Adiba, Adhi Caraka

ANALISIS PERUBAHAN BEBAN KERJA PMIK BAGIAN PENGKODEAN DIAGNOSA SETELAH PENERAPAN REKAM MEDIS ELEKTRONIK MENGGUNAKAN METODE ABK-KES DI RUMAH SAKIT WAVA HUSADA KEPANJE

0.0 (0 ratings)

Introduction

Analisis perubahan beban kerja pmik bagian pengkodean diagnosa setelah penerapan rekam medis elektronik menggunakan metode abk-kes di rumah sakit wava husada kepanje. Teliti perubahan beban kerja PMIK pengkodean diagnosis setelah Rekam Medis Elektronik (RME) di RS Wava Husada Kepanjen. Temukan efisiensi & optimalisasi SDM dengan metode ABK-Kes.

0
1 views

Abstract

Latar Belakang: Penerapan Rekam Medis Elektronik (RME) merupakan bagian dari transformasi digital pelayanan kesehatan yang bertujuan meningkatkan efisiensi, efektivitas, dan kualitas pelayanan rumah sakit. Implementasi RME mengubah alur kerja Petugas Manajemen Informasi Kesehatan(PMIK), khususnya pada bagian pengkodean diagnosis, karena proses pencarian, pengambilan, dan pengelolaan dokumen rekam medis yang sebelumnya dilakukan secara manual beralih menjadi sistem digital. Perubahan tersebut berpotensi memengaruhi beban kerja petugas sehingga perlu dilakukan analisis kebutuhan sumber daya manusia menggunakan metode Analisis Beban Kerja Kesehatan (ABKKes).Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan beban kerja PMIK bagian pengkodean diagnosis setelah penerapan Rekam Medis Elektronik menggunakan metode ABK-Kes di Rumah Sakit Wava Husada Kepanjen.Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan observasional. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan telaah dokumen pada unit pengkodean diagnosis. Analisis data dilakukan menggunakan metode ABK-Kes dengan menghitung waktu kerja tersedia, norma waktu, standar beban kerja, faktor tugas penunjang, serta kebutuhan sumber daya manusia sebelum dan sesudah penerapan Rekam Medis Elektronik.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Rekam Medis Elektronik mampu meningkatkan efisiensi proses pengkodean diagnosis. Kebutuhan tenaga PMIK pada sistem manual sebesar 3,90 orang (dibulatkan menjadi 4 orang), sedangkan setelah penerapan Rekam Medis Elektronik menjadi 2,41orang (dibulatkan menjadi 2 orang). Meskipun demikian, rumah sakit tetap mempertahankan tiga petugas untuk menjaga kelancaran pelayanan dan mengantisipasi fluktuasi beban kerja.Kesimpulan: Penerapan Rekam Medis Elektronik terbukti menurunkan beban kerja PMIK bagian pengkodean diagnosis melalui penyederhanaan alur kerja dan peningkatan efisiensi waktu. Hasil penelitian ini dapat dijadikan dasar dalam perencanaan kebutuhan sumber daya manusia serta optimalisasi implementasi Rekam Medis Elektronik di rumah sakit.



Full Text

You need to be logged in to view the full text and Download file of this article - ANALISIS PERUBAHAN BEBAN KERJA PMIK BAGIAN PENGKODEAN DIAGNOSA SETELAH PENERAPAN REKAM MEDIS ELEKTRONIK MENGGUNAKAN METODE ABK-KES DI RUMAH SAKIT WAVA HUSADA KEPANJE from JRMIK .

Login to View Full Text And Download

Comments


You need to be logged in to post a comment.