Upaya peningkatan ekonomi masyarakat melalui manajemen usaha dan inovasi kemasan produk kuliner umkm melalui one village one product nagari maninjau. Tingkatkan ekonomi masyarakat Nagari Maninjau melalui pelatihan manajemen usaha dan inovasi kemasan produk UMKM kuliner berbasis One Village One Product. Program ini memperkuat kapasitas & daya saing.
Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui kontribusinya terhadap Produk Domestik Bruto dan penyerapan tenaga kerja. Namun, pelaku UMKM di daerah pedesaan, termasuk di Nagari Maninjau, masih menghadapi tantangan dalam aspek manajemen usaha, inovasi produk, dan pemasaran. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan skema Program Multidisiplin Kemitraan Masyarakat (PMKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kemandirian ekonomi masyarakat Nagari Maninjau melalui pelatihan manajemen usaha dan inovasi kemasan produk kuliner berbasis konsep One Village One Product (OVOP). Kegiatan pengabdian PMKM ini dilakukan dengan pendekatan kolaboratif menggunakan model kolaboratif triple helix antara akademisi, pemerintah, dan pelaku usaha (UMKM). Kolaborasi tersebut dilakukan melalui pelatihan dan pendampingan pada 3 tahapan, yaitu: tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap evaluasi. Tahap persiapan meliputi koordinasi awal dan melakukan analisis sumber daya. Tahap pelaksanaan yaitu kegiatan pelatihan serta pendampingan inovasi kemasan produk kuliner dan manajemen usaha. Setelah itu, dilakukan evaluasi tim PMKM bersama Pemerintah Nagari Maninjau dalam bentuk monitoring langsung terhadap kegiatan yang dilakukan oleh pelaku UMKM terkait. Program dilaksanakan pada Juni–Juli 2025 dengan melibatkan pelaku UMKM dari lima jorong, menggunakan pendekatan pelatihan dan pendampingan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan peserta melakukan pencatatan keuangan sederhana, perencanaan usaha, dan strategi pemasaran. Inovasi kemasan produk kuliner berbasis potensi lokal seperti rinuak dan nila juga berhasil meningkatkan nilai tambah serta daya tarik pasar. Program ini tidak hanya memperkuat kapasitas manajerial UMKM, tetapi juga mendorong terbentuknya sinergi berkelanjutan antara perguruan tinggi, pemerintah nagari, dan pelaku usaha sebagai model pengembangan ekonomi lokal berbasis potensi daerah.
This paper presents a compelling initiative aimed at bolstering the economic capacity of Micro, Small, and Medium Enterprises (UMKM) in Nagari Maninjau through targeted interventions in business management and product packaging innovation. Leveraging a "One Village One Product" (OVOP) framework for local culinary items, the program adopts a robust collaborative triple helix model, involving academics, government, and local entrepreneurs. The abstract effectively outlines the strategic importance of UMKM, the challenges faced by rural businesses, and the program's objectives. The reported outcomes, including improved financial literacy, business planning, marketing strategies, and value-added through innovative packaging, suggest a positive impact on participant capabilities. A significant strength of this work lies in its collaborative methodology, the triple helix model, which is crucial for fostering sustainable local economic development. This approach ensures multi-stakeholder engagement, enhancing both the reach and long-term viability of the interventions. The focus on local potential, such as "rinuak" and "nila" products, under the OVOP concept, is commendable as it promotes uniqueness and leverages indigenous resources for market differentiation. Furthermore, the practical, three-stage implementation model—preparation, execution (training and mentoring), and evaluation (monitoring)—demonstrates a well-structured approach to community engagement and capacity building, providing a tangible pathway for UMKM to enhance their operational and market readiness. While the abstract points to promising results, there is a critical inconsistency regarding the program's timeline that needs urgent clarification. The abstract states, "Program dilaksanakan pada Juni–Juli 2025," yet immediately follows with "Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan..." This temporal discrepancy raises serious questions about whether the presented results are actual observed outcomes from an completed program or projected benefits from a planned initiative. For the full paper, it would be essential to provide more granular detail on the metrics used to assess "significant increase" in capabilities, specific examples of packaging innovations, and clearer insights into the sustainability mechanisms post-program. Further discussion on the scalability of this model to other regions and the potential for longer-term impact assessment would also strengthen the overall contribution and implications of this valuable community development effort.
You need to be logged in to view the full text and Download file of this article - Upaya Peningkatan Ekonomi Masyarakat Melalui Manajemen Usaha Dan Inovasi Kemasan Produk Kuliner UMKM Melalui One Village One Product Nagari Maninjau from Jurnal Inovasi Penelitian dan Pengabdian Masyarakat .
Login to View Full Text And DownloadYou need to be logged in to post a comment.
By Sciaria
By Sciaria
By Sciaria
By Sciaria
By Sciaria
By Sciaria