Staycation, kuliner, dan konten digital: tiga pilar strategi pemasaran hotel di kota bandung. Pelajari strategi pemasaran hotel di Bandung pascapandemi COVID-19 melalui staycation, daya tarik kuliner, dan konten digital untuk tingkatkan hunian & pendapatan F&B.
Perubahan perilaku wisatawan pascapandemi COVID-19 mendorong industri perhotelan untuk mengembangkan strategi pemasaran yang lebih adaptif dan berbasis pengalaman. Salah satu respons yang menonjol adalah pemanfaatan konsep staycation, penguatan daya tarik kuliner, serta optimalisasi konten digital sebagai instrumen promosi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara sistematis penerapan ketiga strategi tersebut pada hotel bintang empat di Kota Bandung. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui Systematic Literature Review (SLR) yang diperkaya dengan studi lapangan pada tiga hotel bintang empat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi paket staycation, inovasi produk kuliner, dan pemasaran berbasis konten digital mampu meningkatkan tingkat hunian kamar, pendapatan sektor makanan dan minuman, serta keterlibatan konsumen di media sosial. Temuan ini memberikan implikasi praktis bagi pengelola hotel serta dapat dimanfaatkan sebagai referensi pembelajaran dalam pendidikan vokasi perhotelan.
Penelitian ini secara tepat mengidentifikasi dan menganalisis tiga pilar strategi pemasaran yang krusial bagi industri perhotelan pascapandemi COVID-19, yaitu *staycation*, daya tarik kuliner, dan optimalisasi konten digital. Dengan fokus pada hotel bintang empat di Kota Bandung, studi ini menawarkan wawasan yang relevan mengenai adaptasi perilaku wisatawan yang menuntut pengalaman berbasis lokal dan digital. Metodologi yang digunakan, yaitu *Systematic Literature Review* (SLR) yang diperkaya dengan studi lapangan kualitatif pada tiga hotel, memberikan landasan yang kuat untuk memahami implementasi strategi ini dalam konteks praktis. Temuan penelitian dengan jelas menunjukkan bahwa integrasi cerdas dari paket *staycation*, inovasi produk kuliner, dan pemasaran berbasis konten digital secara sinergis mampu menghasilkan peningkatan signifikan dalam tingkat hunian kamar, pendapatan sektor makanan dan minuman, serta keterlibatan konsumen di media sosial. Hasil ini tidak hanya mengkonfirmasi efektivitas strategi adaptif ini tetapi juga memberikan bukti empiris yang penting bagi pengelola hotel dalam merancang kampanye pemasaran yang lebih berdaya saing. Implikasi praktis yang ditekankan untuk manajer hotel dan sebagai referensi pendidikan vokasi perhotelan juga sangat relevan dan memperkuat nilai aplikatif dari riset ini. Meskipun penelitian ini memberikan kontribusi yang berharga, ada beberapa area yang mungkin dapat diperdalam dalam studi lanjutan. Misalnya, akan menarik untuk mengkaji lebih jauh faktor-faktor internal yang memengaruhi keberhasilan implementasi strategi ini di setiap hotel, seperti budaya organisasi, alokasi sumber daya, atau tingkat inovasi manajemen. Selain itu, perbandingan lintas segmen hotel (misalnya, bintang tiga atau lima) atau kota lain dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai generalisasi temuan. Secara keseluruhan, artikel ini menyajikan analisis yang solid dan tepat waktu tentang bagaimana hotel-hotel di Bandung beradaptasi di era baru, menjadikannya referensi penting bagi praktisi dan akademisi.
You need to be logged in to view the full text and Download file of this article - STAYCATION, KULINER, DAN KONTEN DIGITAL: TIGA PILAR STRATEGI PEMASARAN HOTEL DI KOTA BANDUNG from JURNAL EKONOMI BISNIS DAN MANAJEMEN (EKO-BISMA) .
Login to View Full Text And DownloadYou need to be logged in to post a comment.
By Sciaria
By Sciaria
By Sciaria
By Sciaria
By Sciaria
By Sciaria