Pengaruh penggunaan simulasi phet dan model problem based learning terhadap peningkatan pamahaman konsep siswa pada materi gerak parabola. Penelitian ini membandingkan efektivitas simulasi PhET dan Problem Based Learning (PBL) untuk meningkatkan pemahaman konsep gerak parabola siswa. PBL efektif untuk pemahaman mendalam, sementara PhET mendukung konsep dasar.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh serta membandingkan efektivitas penggunaan simulasi phet dan model problem based learning (pbl) terhadap peningkatan pemahaman konsep peserta didik pada materi gerak parabola. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain quasi-eksperimen nonequivalent control group design, melibatkan siswa kelas XE3 dan XE6 sma adhyaksa 1 jambi sebagai sampel melalui purposive sampling. Kedua kelompok diberikan pretest untuk menilai kemampuan awal, kemudian kelompok XE6 memperoleh pembelajaran menggunakan simulasi phet, sedangkan kelompok XE3 mengikuti pembelajaran berbasis problem based learning (pbl) dan diakhiri dengan posttest untuk mengevaluasi peningkatan pemahaman konsep. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua model pembelajaran mampu meningkatkan pemahaman konsep siswa. Peningkatan signifikan pada kelas problem based learning (pbl) terlihat pada indikator analisis (c4) dengan nilai n-gain 0,747 (kategori tinggi) dan penerapan (c3) 0,564, sedangkan kelas phet simulasi menunjukkan peningkatan lebih tinggi pada indikator mengingat (c1) 0,334 dan menerapkan (c3) 0,312, tetapi kemampuan analitis hanya mencapai 0,294. Hasil ini menegaskan bahwa model problem based learning (pbl) lebih efektif dalam mengembangkan kemampuan pemahaman konsep yang mendalam, sementara phet simulasi lebih mendukung pemahaman konsep dasar melalui visualisasi interaktif.
Penelitian ini menyelidiki pengaruh dan efektivitas komparatif antara penggunaan simulasi PhET dan model Problem-Based Learning (PBL) dalam meningkatkan pemahaman konsep siswa pada materi gerak parabola. Menggunakan desain kuasi-eksperimen dengan kelompok kontrol nonequivalent, studi ini melibatkan siswa SMA Adhyaksa 1 Jambi, yang diberikan pre-test, intervensi pembelajaran yang berbeda (PhET atau PBL), dan post-test. Tujuan penelitian untuk membandingkan kontribusi spesifik dari setiap metode dalam mengembangkan pemahaman konseptual merupakan upaya yang relevan dan penting dalam mencari strategi pengajaran fisika yang efektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua pendekatan pembelajaran, baik simulasi PhET maupun PBL, berhasil meningkatkan pemahaman konsep siswa. Namun, studi ini secara detail mengidentifikasi perbedaan efektivitas pada tingkatan kognitif yang berbeda. PBL secara signifikan lebih unggul dalam mengembangkan kemampuan pemahaman konsep yang mendalam, terutama pada indikator analisis (C4) dengan nilai N-gain tinggi (0,747) dan penerapan (C3, 0,564). Sementara itu, simulasi PhET lebih efektif dalam mendukung pemahaman konsep dasar, menunjukkan peningkatan lebih tinggi pada indikator mengingat (C1, 0,334) dan menerapkan (C3, 0,312), meskipun kurang efektif dalam kemampuan analitis (C4, 0,294). Distingsi yang jelas ini memberikan wawasan berharga bagi pendidik dalam memilih alat pengajaran yang sesuai dengan tujuan pembelajaran spesifik. Meskipun abstrak telah menyajikan temuan yang kuat, eksplorasi lebih lanjut dalam versi lengkap studi akan sangat bermanfaat. Diskusi mengenai bagaimana kombinasi optimal dari kedua pendekatan ini dapat diterapkan untuk memaksimalkan hasil belajar, misalnya memanfaatkan PhET untuk visualisasi awal dan kemudian PBL untuk pengembangan pemikiran analitis, akan memperkaya implikasi praktis. Selain itu, mempertimbangkan faktor-faktor seperti motivasi siswa, keterlibatan guru, atau hambatan implementasi di lapangan akan memberikan konteks yang lebih kaya. Secara keseluruhan, penelitian ini menawarkan kontribusi penting terhadap literatur pedagogi fisika dengan memberikan pemahaman yang lebih nuansa tentang efektivitas metode pengajaran berbasis teknologi dan inkuiri.
You need to be logged in to view the full text and Download file of this article - Pengaruh Penggunaan Simulasi PhET dan Model Problem Based Learning Terhadap Peningkatan Pamahaman Konsep Siswa pada Materi Gerak Parabola from Seminar Nasional Teknologi dan Multidisiplin Ilmu (SEMNASTEKMU) .
Login to View Full Text And DownloadYou need to be logged in to post a comment.
By Sciaria
By Sciaria
By Sciaria
By Sciaria
By Sciaria
By Sciaria