Pemasaran herbal dalam peningkatan ekonomi keluarga. Pahami strategi pemasaran herbal untuk tingkatkan ekonomi keluarga di Desa Gardu, Purwakarta. Penyuluhan ini sukses meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pemasaran produk olahan pala.
Latar belakang: Desa Gardu adalah desa yang terletak di kecamatan Kiarapedes, berjarak 21 Km dari pusat kota kabupaten Purwakarta. Dengan suhu udara yang dingin dan curah hujan yang tingi menjadikan desa Gardu potensial dalam membudidayakan tanaman obat dengan mengolah sesuatu menjadi produk komersial untuk menambah pundi perekonomian dalam keluarganya. Ketatnya persaingan mengharuskan masyarakat berpikir kreatif dan inovatif, dalam hal ini buah pala (Myristica fragrans Houtt) yang banyak tumbuh di desa Gardu merupakan komoditas unggulan pertanian. Hasil produk pala dimanfaatkan menjadi manisan pala yang cukup menarik bagi masyarakat di luar Purwakarta mengikuti permintaan pasar dan perkembangan jaman. Realitanya penjualan produk olahan berkhasiat tidak dibarengi dengan pengetahuan strategi pemasaran yang baik sehingga menunjukkan tren tidak mencapai laba maksimal. Tujuan: Memberikan penyuluhan bagi Masyarakat desa Gardu tentang pemasaran herbal dalam peningkatan ekonomi keluarga. Metode: Pengabadian ini dilakukan dengan pendekatan partisipatif melalui penyuluhan. Kegiatan terdiri dari dua tahap, yaitu penyampaian materi mengenai dasar-dasar dan strategi pemasaran produk herbal, serta sesi diskusi interaktif bersama masyarakat. Setelah kegiatan penyuluhan, diberikan angket kepada peserta untuk mengukur respons dan tingkat pemahaman mereka terhadap materi yang telah disampaikan. Analisis data dilakukan secara deskriptif berdasarkan hasil angket Hasil: Pengetahuan masyarakat mengenai informasi pemasaran herbal dalam peningkatan ekonomi keluarga meningkat berdasarkan hasil angket yang menyatakan bahwa materi disampaikan dengan jelas, alokasi waktu pemberian penyuluhan cukup, pemahaman strategi pemasaran herbal meningkat serta materi memberikan manfaat untuk diri sendiri, orang lain dan keluarga. Kesimpulan: Masyarakat memperoleh pengetahuan tentang beberapa strategi pemasaran herbal dalam peningkatan ekonomi keluarga
The paper titled "Pemasaran herbal dalam peningkatan ekonomi keluarga" presents a community service initiative aimed at bolstering the economic welfare of families in Gardu Village, Purwakarta. The abstract highlights the village's conducive climate for cultivating medicinal plants, specifically pointing to nutmeg (Myristica fragrans Houtt) as a key agricultural commodity transformed into commercially appealing nutmeg candy. The core issue identified is a lack of adequate marketing knowledge among the local community, which impedes the realization of maximum profits despite producing desirable and beneficial processed goods. Consequently, the study's main objective was to bridge this gap by delivering targeted education and counseling on herbal marketing strategies. The methodology adopted a participatory approach, implementing structured counseling sessions for the Gardu Village community. These sessions were meticulously divided into two phases: an initial delivery of foundational and strategic marketing material pertinent to herbal products, followed by an interactive discussion segment with the participants. To assess the immediate efficacy of the intervention, a questionnaire was distributed to participants post-counseling, with the collected data undergoing descriptive analysis. The results indicated a positive impact: participants reported enhanced knowledge of herbal marketing information, found the material clearly presented, felt the allocated time was sufficient, and perceived a significant improvement in their understanding of marketing strategies, recognizing the material's benefits for themselves, others, and their families. This paper offers a commendable and practical contribution by directly addressing a tangible need within a rural community, demonstrating a clear, actionable objective and a direct engagement method. However, the scope of "herbal marketing" could benefit from clearer definition, as the abstract predominantly focuses on processed nutmeg candy, which, while plant-derived, might not align perfectly with the conventional understanding of a 'herbal product.' While the immediate increase in knowledge is effectively shown through the post-intervention questionnaire, the study would be considerably strengthened by incorporating long-term impact measures such as actual behavioral changes, adoption of new marketing channels, or quantifiable economic outcomes like increased sales or family income. Future endeavors could fruitfully explore the sustainability and real-world application of these marketing strategies over time, potentially broadening the focus to include a wider array of genuinely 'herbal' products, or refining the title to more accurately reflect a focus on local agricultural product marketing.
You need to be logged in to view the full text and Download file of this article - Pemasaran herbal dalam peningkatan ekonomi keluarga from Journal of Holistic Community Service .
Login to View Full Text And DownloadYou need to be logged in to post a comment.
By Sciaria
By Sciaria
By Sciaria
By Sciaria
By Sciaria
By Sciaria