Model Inovasi Pemberdayaan Lansia Peduli ASI–MPASI sebagai Tim Pendamping Keluarga Terintegrasi INEY 2 untuk Pencegahan Stunting
Home Research Details
Deswani Deswani, Siti Badriah, Roikhatul Jannah, Dewi Nirmalasari, Toto Aminto, Nelly Yardes, Andi Sari Bunga Untung, Junengsih Junengsih, Shentya Fitriana

Model Inovasi Pemberdayaan Lansia Peduli ASI–MPASI sebagai Tim Pendamping Keluarga Terintegrasi INEY 2 untuk Pencegahan Stunting

0.0 (0 ratings)

Introduction

Model inovasi pemberdayaan lansia peduli asi–mpasi sebagai tim pendamping keluarga terintegrasi iney 2 untuk pencegahan stunting . Inovasi pemberdayaan lansia peduli ASI-MPASI sebagai tim pendamping keluarga mencegah stunting. Program edukasi gizi dasar tingkatkan status nutrisi balita di komunitas.

0
3 views

Abstract

Stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, sehingga diperlukanupaya pencegahan berbasis komunitas yang terintegrasi dengan program nasional. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah memperkuat upaya pencegahan stunting melalui pemberdayaan kelompok lansia peduli menyusui dan makanan pendamping bayi yang dilibatkan sebagai tim pendamping keluarga di wilayah Kecamatan Matraman, Jakarta Timur. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan deskriptif kuantitatif melalui kunjungan rumah terhadap 242 balita usia 7–25 bulan pada enam kelurahan. Lansia yang telah mengikuti pelatihan melakukan pendampingan bersama kader kesehatan dengan memantau status gizi balita serta memberikan edukasi gizi dasar kepada keluarga.Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebagian besar balita memiliki status gizi normal, meskipun masih terdapat balita dengan gizi kurang dan gizi lebih. Ditemukan bahwa risiko gizi kurang meningkat pada usia di atas 12 bulan, sementara gizi lebih mulai tampak pada usia 19–25 bulan. Pola pemberian makanan pendamping yang baik berhubungan dengan status gizi normal, namun tidak sepenuhnya mencegah gizi lebih. Cakupan edukasi gizi kepada keluarga sangat tinggi, menunjukkan keberhasilan dalam pelaksanaan program, meskipun masih terdapat kasus gizi bermasalah. Kesimpulan: keterlibatan lansia peduli menyusui dan makanan pendamping bayi dapat menjadi model inovatif dalam memperkuat peran tim pendamping keluarga. Rekomendasi dari kegiatan ini adalah perlunya keberlanjutan pendampingan melalui pemantauan rutin, peningkatan kualitas edukasi, serta dukungan lintas sektor untuk memastikan pencegahan stunting berjalan lebih efektif.



Full Text

You need to be logged in to view the full text and Download file of this article - Model Inovasi Pemberdayaan Lansia Peduli ASI–MPASI sebagai Tim Pendamping Keluarga Terintegrasi INEY 2 untuk Pencegahan Stunting from Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Indonesia .

Login to View Full Text And Download

Comments


You need to be logged in to post a comment.