Kesantunan berbahasa leech dalam film sekawan limo karya bayu skak. Analisis kesantunan berbahasa Leech di film Sekawan Limo (Bayu Skak). Menyoroti bahasa Jawa, temuan maksim pujian & simpati dominan, perkuat ikatan sosial & nilai budaya. Film sebagai media edukasi.
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis prinsip-prinsip kesantunan berbahasa dalam film Sekawan Limo karya Bayu Skak berdasarkan teori kesantunan Geoffrey Leech (1983). Film ini dipilih karena merepresentasikan penggunaan bahasa Jawa yang kental serta nilai-nilai budaya lokal, sehingga berpotensi menjadi media pelestarian norma sosial dan strategi kesantunan dalam komunikasi. Teori Leech mencakup enam maksim kesantunan, yaitu maksim kebijaksanaan, kedermawanan, pujian, kesederhanaan, kesepakatan, dan simpati. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan kerangka analisis pragmatik. Data dikumpulkan melalui teknik simak dan catat terhadap tuturan para tokoh dalam film, kemudian dianalisis berdasarkan makna kontekstual dan fungsi pragmatik dari setiap ujaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh maksim kesantunan muncul dalam dialog para tokoh, dengan maksim pujian dan simpati sebagai maksim yang paling dominan. Temuan ini menunjukkan bahwa strategi kesantunan digunakan untuk memperkuat ikatan sosial, mengekspresikan empati, dan menjaga keharmonisan interaksi antar tokoh. Bahasa yang digunakan secara santun dan kontekstual turut memperkuat pesan moral serta penggambaran karakter dalam film. Penelitian ini menyimpulkan bahwa film Sekawan Limo tidak hanya berfungsi sebagai media hiburan, tetapi juga sebagai sarana efektif untuk menyampaikan nilai-nilai budaya dan kesantunan berbahasa. Temuan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam kajian pragmatik serta mendorong pemanfaatan film sebagai media pembelajaran nilai-nilai sosial dan linguistik.
Penelitian ini menyajikan analisis menarik mengenai kesantunan berbahasa dalam film *Sekawan Limo* karya Bayu Skak, menggunakan kerangka teori kesantunan Geoffrey Leech (1983). Pemilihan film yang kental dengan bahasa Jawa dan nilai-nilai budaya lokal sangat relevan, menempatkan studi ini pada persimpangan antara linguistik pragmatik dan kajian budaya. Pendekatan deskriptif kualitatif dengan analisis pragmatik, yang melibatkan teknik simak dan catat, merupakan metodologi yang tepat untuk mengidentifikasi dan menganalisis makna kontekstual serta fungsi pragmatik ujaran tokoh-tokoh dalam film. Fokus pada enam maksim kesantunan Leech memberikan struktur yang solid untuk eksplorasi kompleksitas interaksi verbal dalam konteks sinematik. Temuan penelitian menunjukkan bahwa seluruh maksim kesantunan Leech teridentifikasi dalam dialog film, dengan maksim pujian (approbation) dan simpati sebagai yang paling dominan. Hasil ini menawarkan wawasan penting tentang strategi kesantunan yang digunakan untuk memperkuat ikatan sosial, mengekspresikan empati, dan menjaga keharmonisan interaksi antar tokoh. Dominansi maksim-maksim ini mencerminkan bagaimana nilai-nilai budaya lokal, yang seringkali menekankan harmoni dan hubungan positif, direfleksikan melalui praktik berbahasa. Lebih lanjut, studi ini menegaskan bahwa penggunaan bahasa yang santun dan kontekstual berperan krusial dalam memperkuat pesan moral dan penggambaran karakter dalam narasi film. Secara keseluruhan, penelitian ini memberikan kontribusi signifikan terhadap kajian pragmatik dan pemahaman tentang representasi kesantunan berbahasa dalam media film. Kesimpulan bahwa *Sekawan Limo* berfungsi tidak hanya sebagai hiburan tetapi juga sebagai media efektif untuk menyampaikan nilai-nilai budaya dan kesantunan berbahasa sangat kuat. Studi ini berhasil menyoroti potensi film sebagai sarana pembelajaran nilai-nilai sosial dan linguistik, mendorong pemanfaatan lebih lanjut dari medium ini dalam konteks pendidikan. Hasil penelitian ini layak diapresiasi karena kemampuannya dalam menghubungkan teori linguistik dengan aplikasi praktis dalam produk budaya populer.
You need to be logged in to view the full text and Download file of this article - Kesantunan Berbahasa Leech dalam Film Sekawan Limo Karya Bayu Skak from DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra .
Login to View Full Text And DownloadYou need to be logged in to post a comment.
By Sciaria
By Sciaria
By Sciaria
By Sciaria
By Sciaria
By Sciaria