Implementasi mata kuliah perencanaan event kehumasan dalam pelestarian kesenian ludruk di pagesangan surabaya. Mengkaji implementasi mata kuliah perencanaan event kehumasan dalam upaya pelestarian kesenian tradisional Ludruk di Pagesangan Surabaya, melibatkan generasi muda dan mendukung UMKM lokal.
Ludruk merupakan pertunjukan drama yang diperankan secara grup atau berkelompok dalam sebuah panggung dengan cerita yang bersumber dari apa yang terjadi di kehidupan rakyat sehari – hari. Pelestarian kesenian Ludruk di Pagesangan Surabaya yang diadakan oleh Arek bengi yang merupakan event organizer untuk memenuhi mata kuliah Produksi Event Kehumasan dari program studi Ilmu Komunikasi Universitas Bhayangkara Surabaya bertujuan untuk melestarikan kesenian ludruk di kalangan generasi muda saat ini. Ludruk yang saat ini semakin terpinggirkan karena adanya kemajuan teknologi yang membuat generasi penerusnya kurang mengetahui kesenian daerah. Bentuk Event yang telah dilaksanakan adalah diskusi, survey, praktik, dan evaluasi. Metode praktik yang dilakukan dengan tiga tahapan yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap akhir. Hasil kegiatan pementasan ludruk dalam upaya pelestarian dan pengembangan seni budaya tradisional Ludruk di Kalangan Muda, Kelurahan Pagesangan, Jawa Timur, mencakup beberapa aspek yang mencerminkan dampak positif dari program ini seperti antusiasme masyarakat terutama bagi generasi muda dan kegiatan Bazar UMKM di Pagesangan Surabaya turut terbantu dengan adanya kegiatan yang dilaksanakan oleh Arek Bengi Event Organizer.Â
The submitted work, titled "Implementasi Mata Kuliah Perencanaan Event Kehumasan dalam Pelestarian Kesenian Ludruk di Pagesangan Surabaya," presents a compelling case study on the practical application of public relations event planning principles for cultural preservation. The paper outlines an initiative by university students, operating as the "Arek Bengi" event organizer, to revive and promote Ludruk, a traditional Indonesian dramatic art form, among the youth in Pagesangan Surabaya. This endeavor is framed as part of a university course requirement, thus demonstrating a direct link between academic learning and community engagement, addressing the pressing issue of traditional art forms fading in the face of technological advancement. The abstract details a structured approach to this preservation effort, involving an event that encompassed discussion, survey, practical execution, and evaluation. The practical implementation itself followed a three-stage methodology: preparation, execution, and a final stage, suggesting a systematic approach to event management. The reported outcomes indicate a positive reception, particularly highlighting increased enthusiasm among the younger generation for Ludruk. Furthermore, the initiative extended its positive influence beyond cultural preservation by reportedly assisting local Micro, Small, and Medium Enterprises (UMKM) through an associated bazaar, showcasing a multi-faceted community impact. While the abstract provides a clear overview of the project's objectives, methods, and positive results, a full review would benefit from a deeper dive into several aspects. Specifically, more granular data on how "enthusiasm" was measured, the specific demographic reach among the youth, and the extent of behavioral or attitudinal change regarding Ludruk would strengthen the empirical claims. Future iterations or the full paper could also elaborate on the challenges encountered during the event planning and execution, and how these were overcome, providing valuable insights for similar cultural preservation initiatives. Nevertheless, this work presents a valuable model for integrating academic curricula with practical community service, offering a promising pathway for the sustainable preservation of indigenous arts.
You need to be logged in to view the full text and Download file of this article - Implementasi Mata Kuliah Perencanaan Event Kehumasan dalam Pelestarian Kesenian Ludruk di Pagesangan Surabaya from PARAHITA : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat .
Login to View Full Text And DownloadYou need to be logged in to post a comment.
By Sciaria
By Sciaria
By Sciaria
By Sciaria
By Sciaria
By Sciaria