Beyond Conventional Schooling: Paradigma Baru Manajemen Pendidikan pada Era Society 5.0
Home Research Details
Irwasyah, Said Maskur, Muhammad Faisal

Beyond Conventional Schooling: Paradigma Baru Manajemen Pendidikan pada Era Society 5.0

0.0 (0 ratings)

Introduction

Beyond conventional schooling: paradigma baru manajemen pendidikan pada era society 5.0. Temukan paradigma baru manajemen pendidikan di era Society 5.0. Artikel ini membahas pergeseran dari sekolah konvensional menuju ekosistem pembelajaran adaptif, personalisasi AI, dan tata kelola kolaboratif.

0
2 views

Abstract

Artikel ini mengkaji paradigma baru manajemen pendidikan yang melampaui sekolah konvensional (beyond conventional schooling) dalam menjawab tantangan era Society 5.0 yang ditandai oleh integrasi kecerdasan buatan, internet of things, big data, dan siber-fisik dalam ekosistem pendidikan. Sekolah konvensional yang berbasis pada ruang-kelas terbatas, jadwal kaku, kurikulum seragam, dan relasi guru-siswa hierarkhis telah mengalami obsolesensi struktural ketika berhadapan dengan tuntutan pembelajaran sepanjang hayat, personalisasi pembelajaran, dan integrasi teknologi cerdas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kajian pustaka dan analisis paradigmatik-filosofis. Kerangka teoretis dibangun secara tiga lapis: teori masyarakat jaringan dan revolusi industri keempat (Castells, Schwab, Floridi, Drucker) sebagai grand theory, teori organisasi pembelajar dan inovasi pendidikan (Senge, Christensen & Eyring, Fullan & Scott, Siemens, Jarvis, Chesbrough) sebagai middle theory, serta teori transformasi digital pendidikan dan tata kelola perguruan tinggi era Society 5.0 (Shobri & Jaosantia, Rahmawati, Asad et al., Muanifah & Haq, Laura Icela et al., Telukdarie & Makoni, Marzouq, Samadhiya et al., Alfarizi et al., Yaras & Gunduzalp, Baihaqi et al., Marzuki & Sudrajat, Zuhri et al., Widiyanti & Fakhriyan, Živković et al., Fernández et al., Leal Filho et al., Nazyrova et al., Kang & Xu, Ukeje et al., Morgan, Mintzberg, Hargreaves, Altbach & de Wit, Etzkowitz) sebagai applied theory. Temuan utama menunjukkan bahwa paradigma baru manajemen pendidikan era Society 5.0 menuntut lima pergeseran fundamental: (1) dari ruang-kelas terbatas ke ekosistem pembelajaran tanpa batas; (2) dari kurikulum seragam ke personalisasi pembelajaran berbasis AI; (3) dari relasi guru-sisi hierarkhis ke relasi kolaboratif-kolegial; (4) dari tata kelola top-down ke co-governance multipihak; (5) dari pencapaian akademik terukur ke pengembangan agensi manusia multidimensi. Penelitian menyimpulkan bahwa masa depan manajemen pendidikan terletak pada reorientasi paradigmatik yang mengintegrasikan kecerdasan teknologi dengan kebijaksanaan manusiawi, melahirkan ekosistem pembelajaran yang adaptif, inklusif, dan berkelanjutan. Implikasi praktis adalah perlunya lembaga pendidikan mengembangkan kepemimpinan transformasional, infrastruktur digital, kompetensi dosen-guru digital, kemitraan triple helix, dan tata kelola berorientasi stakeholder.


Review

Artikel "Beyond Conventional Schooling: Paradigma Baru Manajemen Pendidikan pada Era Society 5.0" menyajikan tinjauan yang sangat relevan dan mendalam mengenai urgensi transformasi manajemen pendidikan di era Society 5.0. Penulis dengan meyakinkan menguraikan bagaimana model sekolah konvensional telah mencapai titik obsolesensi struktural, gagal memenuhi tuntutan pembelajaran sepanjang hayat, personalisasi, dan integrasi teknologi cerdas. Kekuatan utama penelitian ini terletak pada metodologi kualitatif yang didukung oleh kerangka teoretis tiga lapis yang komprehensif, mengintegrasikan pemikir-pemikir kunci dari teori masyarakat jaringan hingga inovasi pendidikan. Pendekatan ini memberikan landasan filosofis dan konseptual yang kokoh untuk argumen-argumen yang dikemukakan. Abstrak secara efektif mengidentifikasi lima pergeseran fundamental yang menjadi inti paradigma baru manajemen pendidikan. Pergeseran-pergeseran ini, mulai dari ekosistem pembelajaran tanpa batas hingga pengembangan agensi manusia multidimensi, tidak hanya logis tetapi juga visioner, menawarkan cetak biru yang jelas untuk reorientasi sistem pendidikan. Namun, untuk memperkaya analisis, paper ini dapat lebih jauh menguraikan potensi tantangan implementasi dari masing-masing pergeseran, terutama dalam konteks perbedaan kapasitas institusional atau resistensi terhadap perubahan. Misalnya, transisi dari tata kelola top-down ke *co-governance* multipihak seringkali memerlukan restrukturisasi kekuasaan dan negosiasi yang kompleks, yang detailnya dapat menjadi pembahasan menarik dalam studi yang lebih mendalam. Secara keseluruhan, artikel ini memberikan kontribusi yang signifikan terhadap diskursus tentang masa depan manajemen pendidikan. Kesimpulan yang menekankan integrasi kecerdasan teknologi dengan kebijaksanaan manusiawi dalam menciptakan ekosistem pembelajaran yang adaptif, inklusif, dan berkelanjutan sangat relevan. Implikasi praktis yang diuraikan, seperti kebutuhan akan kepemimpinan transformasional dan infrastruktur digital, menawarkan panduan konkret bagi lembaga pendidikan yang berupaya merespons tuntutan Society 5.0. Paper ini berfungsi sebagai panggilan kuat untuk reorientasi paradigmatik, membuka jalan bagi penelitian empiris lebih lanjut dan implementasi strategi nyata untuk membentuk masa depan pendidikan yang lebih relevan dan berpusat pada manusia.


Full Text

You need to be logged in to view the full text and Download file of this article - Beyond Conventional Schooling: Paradigma Baru Manajemen Pendidikan pada Era Society 5.0 from QOUBA : Jurnal Pendidikan .

Login to View Full Text And Download

Comments


You need to be logged in to post a comment.