Analisis Keselamatan dan Kesehatan Kerja Menggunakan Metode HIRADC (Hazard Identification, Risk Assessment and Determining Control) pada Pekerjaan Girder Proyek Tol Yogyakarta-Bawen Seksi 1
Home Research Details
Mustakim Mustakim, Larashati B'tari Setyaning, Eko Riyanto

Analisis Keselamatan dan Kesehatan Kerja Menggunakan Metode HIRADC (Hazard Identification, Risk Assessment and Determining Control) pada Pekerjaan Girder Proyek Tol Yogyakarta-Bawen Seksi 1

0.0 (0 ratings)

Introduction

Analisis keselamatan dan kesehatan kerja menggunakan metode hiradc (hazard identification, risk assessment and determining control) pada pekerjaan girder proyek tol yogyakarta-bawen seksi 1. Analisis K3 pekerjaan girder Proyek Tol Yogyakarta-Bawen Seksi 1 menggunakan metode HIRADC. Identifikasi 45 potensi risiko, temukan level risiko tinggi, dan usulkan pengendalian untuk minimalisir kecelakaan.

0
45 views

Abstract

Proyek pembangunan jalan tol merupakan proyek pembangunan dengan risiko kecelakaan kerja yang cukup tinggi. Angka kecelakaan kerja di Indonesia selalu mengalami peningkatan setiap tahunnya. Diantaranya telah terjadi 5 kali kecelakaan kerja khususnya pekerjaan erection girder di tahun 2017. Tingginya tingkat kecelakaan kerja yang terjadi pada pekerjaan girder menunjukan adanya potensi risiko yang belum teratasi dengan baik. Pada proyek pembangunan jalan tol Yogyakarta-Bawen seksi 1 terdapat pekerjaan girder yang mempunyai potensi risiko kecelakaan kerja yang cukup tinggi, karena kegiatannya sangat kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi risiko bahaya yang ditimbulkan, kemudian menganalisis penilaian tingkat  risiko serta pengendalian yang bisa digunakan untuk meminimalisir terjadinya kecelakaan kerja dan meningkatkan keselamatan di tempat kerja. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Analisis data pada penelitian ini menggunakan metode HIRADC (Hazard Identification, Risk Assessement, and Determining Control). Metode ini berisi tentang identifikasi bahaya, penilaian risiko, dan penentuan pengendalian dari risiko tersebut. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan metode observasi di lapangan atau sumber dari berbagai jurnal, wawancara, dan kuisioner. Berdasarkan hasil penelitian bahwa pekerjaan girder Proyek Tol Yogyakarta-Bawen seksi 1 memiliki level risiko tinggi. Adapun 45 potensi risiko yang teridentifikasi diperoleh 7 risiko dengan tingkat risiko ekstrim (15,55 %), 13 risiko dengan tingkat risiko tinggi (28,88 %), 21 risiko dengan tingkat risiko sedang (46,66 %), dan 4 risiko dengan tingkat risiko rendah (8,88 %). Pengendalian risiko pada penelitian ini yaitu berupa rekayasa teknik, pengendalian administrasi, dan pemakaian APD (Alat Pelindung Diri) lengkap seperti helm safety, rompi safety, full body harness, sarung tangan, dan sepatu safety.


Review

The paper, "Analisis Keselamatan dan Kesehatan Kerja Menggunakan Metode HIRADC (Hazard Identification, Risk Assessment and Determining Control) pada Pekerjaan Girder Proyek Tol Yogyakarta-Bawen Seksi 1," addresses a highly pertinent and critical issue concerning occupational safety and health (OSH) within the construction sector in Indonesia. The authors effectively highlight the escalating trend of work-related accidents, particularly emphasizing the inherent dangers associated with complex operations like girder erection in large-scale infrastructure projects. The study's objective to systematically identify hazards, assess risk levels, and determine appropriate control measures for the girder work on the Yogyakarta-Bawen Toll Road Section 1 is commendable and directly responds to a pressing industry need to mitigate accident rates and enhance workplace safety. Employing a quantitative research design, the study utilizes the well-established HIRADC (Hazard Identification, Risk Assessment, and Determining Control) methodology, which provides a robust framework for systematic safety analysis. Data collection involved a multi-faceted approach, incorporating field observations, literature reviews, interviews, and questionnaires, ensuring a comprehensive understanding of the operational environment. The findings reveal a significant concern, categorizing the girder work on the project as having a generally high-risk level. Specifically, the analysis meticulously identified 45 potential risks, classifying them into 7 extreme (15.55%), 13 high (28.88%), 21 moderate (46.66%), and 4 low (8.88%) risk levels. To counter these identified risks, the research proposes a practical set of control measures encompassing engineering controls, administrative controls, and the mandatory use of comprehensive personal protective equipment (PPE), including specific items like safety helmets, vests, full body harnesses, gloves, and safety shoes. This research makes a valuable contribution by providing a data-driven and systematic assessment of specific risks within a critical construction phase in Indonesia. The detailed breakdown of risk levels and the clear articulation of corresponding control measures offer actionable insights for project managers and safety officers. The study's strength lies in its practical applicability, offering a direct roadmap for improving safety protocols on similar infrastructure projects. While the abstract clearly outlines the proposed controls, future work could perhaps focus on the challenges and effectiveness of implementing these controls in real-world scenarios, and how their impact can be quantitatively measured over time. Overall, this paper serves as an important reference for enhancing OSH practices in the Indonesian construction industry, providing a foundation for safer work environments and reduced accident rates.


Full Text

You need to be logged in to view the full text and Download file of this article - Analisis Keselamatan dan Kesehatan Kerja Menggunakan Metode HIRADC (Hazard Identification, Risk Assessment and Determining Control) pada Pekerjaan Girder Proyek Tol Yogyakarta-Bawen Seksi 1 from Surya Beton : Jurnal Ilmu Teknik Sipil .

Login to View Full Text And Download

Comments


You need to be logged in to post a comment.