The relationship between body mass index (bmi) and vitamin c intake with the incidence of gout in the elderly. Hubungan Indeks Massa Tubuh (IMT) dan asupan vitamin C dengan insiden asam urat pada lansia. IMT terkait signifikan dengan asam urat, asupan vitamin C tidak.
Asam urat adalah suatu penyakit yang disebabkan karena keberadaan kristal monosodium urat (MSU). Faktor-faktor penyebab peningkatan kadar asam urat adalah usia, jenis kelamin, genetik, kebiasaan makan, lingkungan, berat badan (overweight), dan penyakit degeneratif (penyakit jantung, diabetes,hipertensi,dan gangguan pada sistem kerja ginjal). Penelitian ini dilaksanakan pada lansia yang berdomisili di UPT Puskesmas Bandar Khalifah Kecamatan Precut Sei Tuan pada bulan September- Oktober 2024. Desain penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah cross sectional dengan metode convenience atau Accidental Sampling. Besar sampel pada penelitian ini adalah 84 responden. Teknik pengumpulan data indeks massa tubuh (IMT) menggunakan penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan. Data asupan vitamin C mengunakkan bentuk SQ-FFQ selama 2 minggu. Dan kadar asam urat diperoleh dengan pengecekan menggunakan alat easy touch GCU yang diperiksa oleh tenaga ahli kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara indeks massa tubuh (IMT) dan kadar asam urat dengan nilai koefisien korelasi r= 0,315, dan p-value= 0,004. Asupan vitamin C dan kadar asam urat tidak memiliki hubungan yang positif dan signifikan dengan nilai koefisien r= -0,169, dan p-value= 0,123.
You need to be logged in to view the full text and Download file of this article - The Relationship Between Body Mass Index (BMI) and Vitamin C Intake with the Incidence of Gout in the Elderly from Jurnal Andaliman: Jurnal Gizi Pangan, Klinik dan Masyarakat .
Login to View Full Text And DownloadYou need to be logged in to post a comment.
By Sciaria
By Sciaria
By Sciaria
By Sciaria
By Sciaria
By Sciaria