Rosasea tipe eritematotelangiektasis dan papulopustular yang diberikan terapi injeksi mikrobotox dan terapi topikal: laporan kasus
Home Research Details
Kadek Devi Aninditha Intaran, I Gusti Nyoman Darmaputra, Natalia Jennifer Handika, Lisa Alverina, Suharmono Hadi

Rosasea tipe eritematotelangiektasis dan papulopustular yang diberikan terapi injeksi mikrobotox dan terapi topikal: laporan kasus

0.0 (0 ratings)

Introduction

Rosasea tipe eritematotelangiektasis dan papulopustular yang diberikan terapi injeksi mikrobotox dan terapi topikal: laporan kasus. Laporan kasus: injeksi mikrobotox intradermal & terapi topikal efektif atasi rosasea tipe eritematotelangiektasis dan papulopustular. Terapi alternatif tanpa efek samping.

0
74 views

Abstract

Background: Topical medications such as metronidazole, azelaic acid, and ivermectin can reduce erythema on rosacea but have minor effects. Botulinum toxin reduces flushing and erythema through a relaxing impact on superficial blood vessels. This reported a case of a 36-year-old woman with rosacea who was given microbotox and topical therapy. This increases insight and understanding in establishing the diagnosis and management of rosacea. Case Description: A 36-year-old woman complaint of reddish spots on the face since last year, accompanied by fine blood vessels on both cheeks. Dermatological status in the right and left malar regions found erythematous macular patches, papules, and telangiectasis. Dermoscopy showed reticular linear vessels, erythema, and perifollicular orange color. The patient was then diagnosed with rosacea-type erythematotelangiectasis and papulopustular. The given therapies were intradermal microbotox injection twice, with an interval each injection was one week, adapalene 0.1% cream, azelaic acid 20% cream, and SPF 45 sunscreen topically. Clinical improvement was shown 1 week post-second microbotox injection with no side effects. Conclusion: Intradermal microbotox injection combined with adapalene and azelaic acid topically has been shown to be effective in controlling rosacea symptoms without significant side effects. This combination can be considered an alternative therapy for rosacea. Pendahuluan: Obat topikal seperti metronidazol, asam azelat, dan ivermektin dapat mengurangi eritema pada rosasea, namun efeknya relatif kecil. Botulinum toxin dapat menurunkan flushing dan eritema melalui efek relaksasi pada pembuluh darah superfisial. Dilaporkan satu kasus perempuan berusia 36 tahun dengan rosasea yang diberikan terapi mikrobotox dan terapi topikal. Laporan kasus ini bertujuan menambah wawasan dan pemahaman dalam menegakkan diagnosis serta tata laksana rosasea. Laporan Kasus: Seorang perempuan berusia 36 tahun mengeluh adanya bercak kemerahan pada wajah sejak satu tahun terakhir, disertai tampak pembuluh darah halus di kedua pipi. Pada pemeriksaan dermatologis di regio malar kanan dan kiri ditemukan makula–patch eritema, papul, dan telangiektasis. Pemeriksaan dermoskopi menunjukkan pembuluh darah linear dengan pola retikular, eritema, dan warna oranye perifolikular. Pasien kemudian didiagnosis dengan rosasea tipe eritematotelangiektasis dan papulopustular. Terapi yang diberikan berupa injeksi mikrobotox intradermal dua kali dengan jarak satu minggu antar injeksi, adapalen 0,1% krim, asam azelat 20% krim, serta tabir surya SPF 45. Perbaikan klinis terlihat satu minggu setelah injeksi mikrobotox kedua tanpa adanya efek samping. Kesimpulan: Injeksi mikrobotox intradermal yang dikombinasikan dengan terapi topikal adapalen dan asam azelat terbukti efektif mengendalikan gejala rosasea tanpa efek samping yang bermakna. Kombinasi ini dapat dipertimbangkan sebagai terapi alternatif pada pasien rosasea.



Full Text

You need to be logged in to view the full text and Download file of this article - Rosasea tipe eritematotelangiektasis dan papulopustular yang diberikan terapi injeksi mikrobotox dan terapi topikal: laporan kasus from Intisari Sains Medis .

Login to View Full Text And Download

Comments


You need to be logged in to post a comment.