Profil literasi finansial mahasiswa pgsd umm sebagai calon guru sekolah dasar menggunakan three-tier mutiple choice dan cri. Telusuri profil literasi finansial mahasiswa PGSD UMM calon guru SD. Identifikasi miskonsepsi & ketidakpahaman melalui Three-Tier Multiple Choice & CRI. Perkuat pembelajaran diagnostik.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis profil literasi finansial mahasiswa PGSD serta mengidentifikasi tingkat pemahaman konseptual, miskonsepsi, dan ketidakpahaman menggunakan instrumen diagnostik. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan melibatkan 102 mahasiswa PGSD Universitas Muhammadiyah Malang sebagai responden. Instrumen yang digunakan adalah Three-Tier Multiple Choice yang dipadukan dengan Certainty of Response Index (CRI) untuk mengidentifikasi kategori pemahaman mahasiswa secara lebih mendalam. Analisis data dilakukan dengan mengelompokkan respons ke dalam kategori paham konsep (PK), tidak paham konsep (TPK), dan miskonsepsi (MK). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat literasi finansial mahasiswa masih berada pada kategori sedang dengan distribusi yang didominasi oleh ketidakpahaman konsep dan miskonsepsi pada beberapa elemen penting, seperti pengelolaan keuangan dan pengambilan keputusan finansial. Selain itu, ditemukan adanya kecenderungan overconfidence pada sebagian mahasiswa yang menunjukkan keyakinan tinggi meskipun jawabannya tidak tepat. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa diperlukan penguatan pembelajaran literasi finansial berbasis diagnostik konseptual untuk meminimalisasi miskonsepsi dan meningkatkan kesiapan mahasiswa PGSD sebagai calon guru dalam mengajarkan literasi keuangan di sekolah dasar.
Penelitian ini mengkaji profil literasi finansial mahasiswa PGSD UMM, calon guru sekolah dasar, menggunakan instrumen diagnostik Three-Tier Multiple Choice yang dipadukan dengan Certainty of Response Index (CRI). Pendekatan ini merupakan kekuatan metodologis yang signifikan, memungkinkan identifikasi yang lebih mendalam mengenai pemahaman konseptual, miskonsepsi, dan ketidakpahaman, melampaui penilaian literasi finansial konvensional. Temuan bahwa tingkat literasi finansial mahasiswa masih sedang, dengan dominasi ketidakpahaman dan miskonsepsi pada elemen penting seperti pengelolaan keuangan dan pengambilan keputusan finansial, menyoroti relevansi krusial studi ini bagi persiapan calon guru. Adanya kecenderungan *overconfidence* juga menjadi penemuan penting yang memerlukan perhatian khusus dalam strategi pembelajaran. Meskipun metodologi diagnostiknya kuat, penelitian ini dapat diperkaya dengan beberapa detail tambahan. Penjelasan lebih lanjut mengenai elemen spesifik literasi finansial di mana miskonsepsi paling sering terjadi akan sangat membantu dalam merancang intervensi yang lebih bertarget. Selain itu, walaupun sampel 102 mahasiswa dari satu universitas memberikan profil yang jelas, generalisasi temuan ke populasi mahasiswa PGSD yang lebih luas di Indonesia mungkin terbatas. Menyajikan proporsi atau persentase yang lebih rinci untuk kategori paham konsep, tidak paham konsep, dan miskonsepsi akan memberikan gambaran kuantitatif yang lebih konkret dan memperkuat argumen hasil penelitian. Secara keseluruhan, penelitian ini memberikan kontribusi yang berharga dengan menyajikan profil diagnostik literasi finansial calon guru yang mendalam, menunjukkan area kritis yang memerlukan peningkatan. Hasilnya sangat relevan bagi pengembangan kurikulum pendidikan guru, menegaskan urgensi penguatan pembelajaran literasi finansial berbasis diagnostik konseptual. Implikasi untuk meminimalkan miskonsepsi dan meningkatkan kesiapan calon guru dalam mengajar literasi keuangan di sekolah dasar adalah poin kunci yang kuat. Studi lanjutan dapat mengeksplorasi efektivitas intervensi spesifik, menyelidiki penyebab mendalam dari *overconfidence*, atau melakukan studi komparatif dengan sampel yang lebih luas untuk meningkatkan generalisasi temuan.
You need to be logged in to view the full text and Download file of this article - Profil Literasi Finansial Mahasiswa PGSD UMM sebagai Calon Guru Sekolah Dasar menggunakan Three-Tier Mutiple Choice dan CRI from Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) .
Login to View Full Text And DownloadYou need to be logged in to post a comment.
By Sciaria
By Sciaria
By Sciaria
By Sciaria
By Sciaria
By Sciaria