Pola persebaran marga bambu di indonesia. Mengungkap pola persebaran 24 marga bambu di Indonesia: 13 asli, 11 introduksi. Pelajari sebaran geografis unik marga Bambusa, Dendrocalamus, dan Phyllostachys di seluruh wilayah.
Bambu di Indonesia sepintas memiliki pola persebaran marga yang unik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pola persebaran marga bambu di Indonesia, sekaligus mengklarifikasi informasi marga bambu di Indonesia yang dilaporkan oleh Liana pada tahun 2020. Berdasarkan penelitian ini, terdapat 24 marga bambu di Indonesia yang terdiri dari 13 marga asli dan 11 marga introduksi. Marga asli Indonesia, seperti Bambusa, Dendrocalamus, Gigantochloa, dan Schizostachyum memiliki persebaran terluas mencakup semua kawasan di Indonesia, sementara Chloothamnus tersebar di wilayah selatan hingga timur Indonesia. Fimbribambusa dan Neololeba tersebar tidak merata. Dinochloa memiliki pola persebaran dari barat hingga tengah Indonesia, sementara Racemobambos tersebar cukup terbatas dari bagian utara hingga ke timur Indonesia. Parabambusa, Pinga, Sphaerobambos, dan Widjajachloa tersebar sangat terbatas hanya pada kawasan tertentu di Indonesia. Marga introduksi Phyllostachys dan Thyrsostachys memiliki persebaran yang paling luas di Indonesia, sementara marga introduksi lain, seperti Chimonobambusa, Guadua, Melocanna, Otatea, Pleioblastus, Pseudosasa, Semiarundinaria, Shibataea, dan ×Thyrsocalamus tersebar sangat terbatas di Indonesia.
Penelitian berjudul "Pola persebaran marga bambu di Indonesia" menawarkan kontribusi penting terhadap pemahaman kita tentang keanekaragaman dan biogeografi bambu di kepulauan Indonesia. Studi ini secara jelas menetapkan tujuannya untuk mengidentifikasi pola persebaran marga bambu serta mengklarifikasi data sebelumnya yang dilaporkan oleh Liana (2020), menjadikannya upaya yang relevan dan tepat waktu. Mengingat peran ekologis dan ekonomis bambu di Indonesia, pembaruan dan klarifikasi data persebaran ini sangat berharga bagi peneliti, konservasionis, dan pembuat kebijakan. Temuan utama penelitian ini menunjukkan adanya 24 marga bambu di Indonesia, terdiri dari 13 marga asli dan 11 marga introduksi. Abstrak dengan cermat merinci pola persebaran untuk berbagai marga, menyoroti bahwa marga asli seperti *Bambusa*, *Dendrocalamus*, *Gigantochloa*, dan *Schizostachyum* memiliki cakupan terluas, sementara marga lain seperti *Parabambusa* atau *Widjajachloa* sangat terbatas. Pola serupa juga diidentifikasi untuk marga introduksi, dengan *Phyllostachys* dan *Thyrsostachys* menunjukkan persebaran yang luas, kontras dengan sebagian besar marga introduksi lainnya yang sangat terbatas. Detail ini memberikan gambaran komprehensif yang melampaui data sebelumnya, memperkaya data dasar taksonomi dan geografis bambu Indonesia. Secara keseluruhan, penelitian ini memberikan dasar yang kuat untuk studi lebih lanjut tentang ekologi, konservasi, dan pemanfaatan bambu di Indonesia. Klarifikasi dan pembaruan data marga, bersama dengan analisis pola persebarannya, adalah kekuatan utama. Informasi ini sangat penting untuk perencanaan konservasi spesies bambu endemik dan manajemen potensi invasi dari marga introduksi. Studi ini tidak hanya memetakan keberadaan tetapi juga memberikan petunjuk awal tentang faktor-faktor yang mungkin mempengaruhi distribusi, membuka jalan bagi penelitian masa depan yang dapat mengeksplorasi alasan di balik pola-pola ini dan implikasinya terhadap keanekaragaman hayati dan ekosistem bambu.
You need to be logged in to view the full text and Download file of this article - Pola persebaran marga bambu di Indonesia from Prosiding Seminar Nasional Biologi .
Login to View Full Text And DownloadYou need to be logged in to post a comment.
By Sciaria
By Sciaria
By Sciaria
By Sciaria
By Sciaria
By Sciaria