Penyuluhan dan Penerapan Teknologi Tepat Guna Budi Daya Jamur Media Kayu untuk Diversifikasi Pertanian di Dusun Cekel, Jetis, Saptosari, Gunungkidul
Home Research Details
Denny Irawati, Rafif Pujasmara, Galih Putra Syabana

Penyuluhan dan Penerapan Teknologi Tepat Guna Budi Daya Jamur Media Kayu untuk Diversifikasi Pertanian di Dusun Cekel, Jetis, Saptosari, Gunungkidul

0.0 (0 ratings)

Introduction

Penyuluhan dan penerapan teknologi tepat guna budi daya jamur media kayu untuk diversifikasi pertanian di dusun cekel, jetis, saptosari, gunungkidul. Diversifikasi pertanian di Gunungkidul: Pelajari budidaya jamur media kayu dengan teknologi tepat guna. Peningkatan pemahaman pemuda Dusun Cekel memanfaatkan limbah serbuk gergaji.

0
43 views

Abstract

Sebagai salah satu wilayah di selatan Gunungkidul, Kapanewon Saptosari, khususnya di Dusun Cekel, Kalurahan Jetis, pada musim kemarau mengalami kesulitan air untuk kegiatan pertanian di ladang. Permasalahan pertanian lain di wilayah Kapanewon Saptosari adalah adanya gangguan dari kera yang berasal dari wilayah Hutan Sodong yang merusak dan memakan hasil pertanian. Di sisi lain, potensi limbah serbuk gergaji cukup berlimpah di wilayah tersebut. Oleh karena itu, salah satu alternatif yang ingin dikembangkan adalah budi daya jamur konsumsi dengan menggunakan media serbuk kayu. Namun, sejauh ini para pemuda belum memahami metode budi daya jamur serta pengaruh jenis kayu terhadap pertumbuhan jamur. Program penyuluhan dan penerapan teknologi tepat guna budi daya jamur bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kelompok pemuda di Dusun Cekel mengenai teknologi budi daya jamur serta memanfaatkan limbah serbuk gergaji yang ada. Kegiatan penyuluhan dan pendampingan dilakukan kepada para pemuda untuk memberikan pengetahuan terkait proses budi daya jamur. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pemahaman dan pengetahuan pemuda mengenai metode budi daya jamur sebesar 80%. Para pemuda juga menjadi paham mengenai penerapan teknologi tepat guna pada proses praperlakuan terhadap serbuk kayu yang akan digunakan sebagai media budi daya jamur. Selain itu, berkenalan dan mengetahui kisah sukses petani jamur juga membuat pemuda dan masyarakat menjadi lebih percaya diri dan optimis dalam melakukan kegiatan budi daya jamur. Kegiatan ini memiliki potensi keberlanjutan karena kebutuhan akan jamur di Indonesia masih cukup tinggi dan belum terpenuhi sehingga peluang petani-petani baru untuk berkembang masih sangat terbuka.  


Review

This paper, "Penyuluhan dan Penerapan Teknologi Tepat Guna Budi Daya Jamur Media Kayu untuk Diversifikasi Pertanian di Dusun Cekel, Jetis, Saptosari, Gunungkidul," presents a highly relevant and practical initiative addressing critical agricultural challenges in the Dusun Cekel area. The abstract effectively articulates the problems of water scarcity, crop damage by monkeys, and the underutilization of sawdust waste, positioning mushroom cultivation as a promising alternative for agricultural diversification. The project's focus on empowering local youth through the transfer of appropriate technology, especially in a region facing significant environmental constraints, is particularly commendable. The methodology, centered on extension activities ("penyuluhan") and hands-on application of appropriate technology, appears well-aligned with its community development goals. The reported outcomes indicate substantial success, with an impressive 80% increase in participants' understanding and knowledge of mushroom cultivation methods and the pre-treatment of sawdust media. Crucially, the abstract also highlights the positive psychological impact of introducing successful mushroom farmers, which significantly boosted confidence and optimism among the youth. This holistic approach, combining technical skill transfer with inspirational elements and sustainable waste utilization, demonstrates a robust strategy for fostering local economic resilience. While the abstract clearly outlines the project's positive impact on knowledge acquisition and community confidence, future studies or more detailed reports would benefit from providing quantitative data on the actual implementation rates of mushroom cultivation, the sustainability of production (e.g., yield data, market access), and the long-term economic benefits for participants. Quantifying factors such as production costs, sales, and income generation could offer a more comprehensive assessment of the initiative's economic viability. Nevertheless, this work represents a valuable contribution to community development and sustainable agriculture, offering a practical and replicable model for addressing regional challenges through appropriate technology transfer and community empowerment.


Full Text

You need to be logged in to view the full text and Download file of this article - Penyuluhan dan Penerapan Teknologi Tepat Guna Budi Daya Jamur Media Kayu untuk Diversifikasi Pertanian di Dusun Cekel, Jetis, Saptosari, Gunungkidul from Jurnal Pengabdian, Riset, Kreativitas, Inovasi, dan Teknologi Tepat Guna .

Login to View Full Text And Download

Comments


You need to be logged in to post a comment.