Penguatan kelompok ternak ikan bandeng melalui pemantau kualitas air. Perkuat kelompok ternak ikan bandeng di Pangandaran. Pantau kualitas air (suhu, pH, TDS) dengan sensor untuk jaga produksi bernilai tinggi, penuhi permintaan & atasi tantangan lingkungan.
Ikan bandeng merupakan salah satu komoditas perikanan payau yang bernilai ekonomi tinggi. Berkembangnya kabupaten dan kota di kawasan pantai dikhawatirkan akan berdampak pada penurunan produksi dan produktifitas bandeng. Di sisi lain kebutuhan ikan bandeng terus meningkat seiring dengan peningkatan jumlah penduduk dan makin tingginya kesadaran masyarakat untuk mengkonsumsi sumber protein yang menyehatkan dan berlemak rendah. Untuk itu dibutuhkanlah lingkungan yang membantu ikan bandeng untuk terus berproduksi dengan baik. Peran penting dalam pertumbuhan dan perkembangbiakan ini adalah kondisi air kolam atau tambak ikan. Karena itu diperlukan pengawasan kondisi air secara berkala dan kontinu. Kualitas ait tambak berupa suhu, pH, dan TDS (Total Dissolved Solid). Karena itu pada kegiatan Program Pengabdian kepada Masyarakat Berbasis Kepakaran Bidang Ilmu (PkM Bidang Ilmu) ini dengan cara memfasilitasi peternak ikan memiliki alat ukur menggunakan sistem sensor untuk mengetahui kondisi kualitas air tambak di daerah pertambakan ikan bandeng di Bojong Salawe, Kab. Pangandaran Jawa Barat.
This paper, titled "Penguatan Kelompok Ternak Ikan Bandeng melalui Pemantau Kualitas Air," addresses a highly relevant and timely issue concerning the sustainability and productivity of milkfish (ikan bandeng) aquaculture. Milkfish is presented as a crucial economic commodity in brackish water environments, facing challenges from coastal development while demand for this healthy protein source continues to rise. The central premise, that enhanced water quality monitoring can bolster milkfish farming groups, is compelling and offers a practical solution to a pressing problem in coastal aquaculture. The abstract effectively highlights the critical role of pond water quality in the growth and development of milkfish, identifying key parameters such as temperature, pH, and Total Dissolved Solids (TDS) as essential for continuous supervision. The intervention described is a community service program (PkM Bidang Ilmu) focused on equipping fish farmers in Bojong Salawe, Kab. Pangandaran, Jawa Barat, with sensor-based tools for monitoring water quality. This direct facilitation of technology transfer to local farming groups represents a strong practical approach, aiming to empower farmers with the means to proactively manage their aquatic environments and, by extension, improve their production outcomes. While the abstract clearly outlines the problem and the proposed intervention, a more comprehensive understanding would benefit from further details in the full manuscript. It would be valuable to understand the specifics of the sensor system deployed, including its accuracy, ease of use for farmers, and the support mechanisms in place for data interpretation and maintenance. Future discussions could also delve into the metrics used to assess the "strengthening" of farmer groups, such as changes in yield, farm income, farmer knowledge, or adoption rates of best practices. Exploring the long-term sustainability of this initiative and its potential for scalability to other regions would further enhance the impact and academic contribution of this promising work.
You need to be logged in to view the full text and Download file of this article - Penguatan Kelompok Ternak Ikan Bandeng melalui Pemantau Kualitas Air from ABDI MOESTOPO: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat .
Login to View Full Text And DownloadYou need to be logged in to post a comment.
By Sciaria
By Sciaria
By Sciaria
By Sciaria
By Sciaria
By Sciaria