Penerapan pembelajaran ipa di sd negeri 12 sungai sapih: studi observasi dalam konteks kurikulum merdeka. Studi observasi penerapan pembelajaran IPA di SD Negeri 12 Sungai Sapih dalam Kurikulum Merdeka. Temukan tantangan modul ajar, media, & asesmen untuk pembelajaran efektif.
Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) merupakan mata pelajaran esensial dalam pendidikan dasar karena dapat membentuk kemampuan berpikir kritis, logis, dan ilmiah pada siswa. Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) berperan penting dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan analitis sejak dini Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di SD Negeri 12 Sungai Sapih dalam konteks Kurikulum Merdeka. Metode yang digunakan adalah observasi lapangan dengan fokus pada lima komponen utama pembelajaran IPA, yaitu modul ajar, bahan ajar, media, model pembelajaran, serta asesmen. Hasil observasi menunjukkan bahwa modul ajar masih bersifat konvensional dan belum memanfaatkan teknologi informasi secara maksimal. Guru telah berupaya menyesuaikan pembelajaran dengan karakteristik siswa dan lingkungan, namun media dan strategi yang digunakan masih terbatas. Asesmen telah dilaksanakan dalam bentuk diagnostik, formatif, dan sumatif, namun belum sepenuhnya mampu mengukur capaian pembelajaran siswa secara optimal. Oleh karena itu, dibutuhkan pengembangan modul ajar berbasis TIK, pelatihan guru, serta inovasi dalam penggunaan media dan asesmen agar pembelajaran IPA di sekolah dasar menjadi lebih efektif dan menarik
Studi ini mengulas implementasi pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di SD Negeri 12 Sungai Sapih dalam kerangka Kurikulum Merdeka, sebuah topik yang relevan dan krusial mengingat peran IPA dalam membentuk kemampuan berpikir kritis dan ilmiah siswa. Penelitian ini secara jelas mengidentifikasi tujuannya untuk mendeskripsikan praktik pembelajaran IPA dengan menggunakan metode observasi lapangan yang terfokus pada lima komponen penting: modul ajar, bahan ajar, media, model pembelajaran, serta asesmen. Pendekatan komprehensif ini memberikan gambaran yang terperinci mengenai kondisi riil di lapangan, menjadikannya dasar yang kuat untuk identifikasi area perbaikan. Namun, hasil observasi mengungkap beberapa keterbatasan signifikan yang memerlukan perhatian. Modul ajar yang masih konvensional dan belum mengoptimalkan teknologi informasi menunjukkan adanya kesenjangan dengan tuntutan era digital. Meskipun guru telah berupaya menyesuaikan pembelajaran, keterbatasan media dan strategi yang digunakan dapat menghambat pencapaian pembelajaran yang optimal dan mengurangi daya tarik pelajaran. Lebih lanjut, meskipun asesmen diagnostik, formatif, dan sumatif telah dilaksanakan, pengukurannya yang belum sepenuhnya mampu mengukur capaian pembelajaran secara optimal mengindikasikan perlunya perbaikan dalam desain dan implementasi penilaian. Sebagai respons terhadap temuan ini, penelitian ini secara tepat merekomendasikan pengembangan modul ajar berbasis TIK, peningkatan pelatihan guru, serta inovasi dalam penggunaan media dan asesmen. Rekomendasi ini bersifat praktis dan memiliki potensi besar untuk meningkatkan efektivitas dan daya tarik pembelajaran IPA di tingkat sekolah dasar. Dengan mengatasi kelemahan-kelemahan yang teridentifikasi, pembelajaran IPA tidak hanya akan menjadi lebih relevan dan menarik bagi siswa tetapi juga akan lebih selaras dengan filosofi dan tujuan Kurikulum Merdeka dalam mengembangkan potensi siswa secara menyeluruh.
You need to be logged in to view the full text and Download file of this article - Penerapan Pembelajaran IPA di SD Negeri 12 Sungai Sapih: Studi Observasi dalam Konteks Kurikulum Merdeka from Journal of Biology, Chemistry, Mathematics and Physics Education .
Login to View Full Text And DownloadYou need to be logged in to post a comment.
By Sciaria
By Sciaria
By Sciaria
By Sciaria
By Sciaria
By Sciaria