Pembuatan dan pemanfaatan silase untuk pakan ternak di musim kemarau di desa labuhan jambu, kecamatan tarano, kabupaten sumbawa. Pelatihan pembuatan dan pemanfaatan silase untuk pakan ternak di musim kemarau di Desa Labuhan Jambu, Sumbawa. Solusi praktis bagi petani dan peternak untuk ketahanan pakan.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui Kuliah Kerja Lapangan (KKL) ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada petani dan peternak di Desa Labuhan Jambu, Kecamatan Tarano, Kabupaten Sumbawa mengenai pembuatan dan pemanfaatan silase sebagai solusi penyediaan pakan ternak di musim kemarau. Metode kegiatan dilaksanakan melalui dua tahapan, yaitu penyampaian materi oleh narasumber dan praktik langsung pembuatan silase bersama peserta. Adapun jumlah peserta yang terlibat dalam kegiatan pembuatan silase untuk pakan ternak ini adalah 15 peserta yang terdiri dari petani, ternak, karang taruna dan perangkat desa Labuhan Jambu. Bahan yang digunakan dalam pembuatan silase meliputi hijauan (rumput lapangan, lamtoro, gamal), dedak halus, serta larutan fermentasi berbasis EM4 dan molase. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mampu memahami konsep dasar silase, langkah-langkah pembuatannya, serta manfaatnya sebagai pakan alternatif dengan daya simpan yang lebih lama dibandingkan hijauan segar. Praktik lapangan juga menekankan pentingnya kondisi anaerob dalam proses fermentasi agar kualitas silase terjaga dan tidak terkontaminasi jamur. Respon masyarakat terhadap kegiatan ini sangat positif, ditunjukkan dengan antusiasme peserta yang berpartisipasi aktif selama pelatihan. Keberlanjutan program ini diharapkan dapat didukung melalui pelatihan lanjutan dan pendampingan, sehingga petani dan peternak mampu memproduksi silase secara mandiri dengan kualitas yang baik. Dengan demikian, kegiatan ini memberikan kontribusi nyata dalam mendukung ketahanan pakan ternak sekaligus meningkatkan produktivitas peternakan di Desa Labuhan Jambu.
The submitted work, titled "PEMBUATAN DAN PEMANFAATAN SILASE UNTUK PAKAN TERNAK DI MUSIM KEMARAU DI DESA LABUHAN JAMBU, KECAMATAN TARANO, KABUPATEN SUMBAWA," effectively presents a community service initiative focused on addressing livestock feed shortages during the dry season. This Kuliah Kerja Lapangan (KKL) activity, conducted in Labuhan Jambu village, aimed to equip local farmers and livestock breeders with essential knowledge and practical skills in silage production and utilization. The topic is highly relevant, particularly for regions susceptible to seasonal feed scarcity, and underscores a practical approach to enhancing livestock resilience and productivity in rural communities. The methodology employed was straightforward and highly appropriate for a community engagement program, involving both theoretical instruction and hands-on practical sessions. Participants, comprising farmers, breeders, youth, and village officials, actively engaged in the process using common local resources such as field grass, lamtoro, gamal, rice bran, EM4, and molasses. Key outcomes highlighted include the participants' enhanced understanding of silage concepts, manufacturing steps, and its benefits as a long-lasting feed alternative. The emphasis on anaerobic conditions for preserving silage quality and preventing fungal contamination is a crucial practical takeaway. The positive community response, characterized by enthusiastic participation, further attests to the effectiveness and demand for such interventions. Overall, this paper documents a valuable and impactful community service activity that directly contributes to improving food security for livestock and potentially increasing farm productivity in Desa Labuhan Jambu. Its strength lies in its practical, hands-on approach and direct engagement with the target beneficiaries. While the abstract sufficiently details the immediate outputs and positive reception, future reporting or subsequent phases could benefit from incorporating more quantitative data on the actual adoption rate, the volume of silage produced by participants independently, and any observed improvements in livestock performance over a longer period. Nevertheless, this initiative serves as an excellent model for sustainable community development in agriculture, laying a strong foundation for continued self-sufficiency in feed provision.
You need to be logged in to view the full text and Download file of this article - PEMBUATAN DAN PEMANFAATAN SILASE UNTUK PAKAN TERNAK DI MUSIM KEMARAU DI DESA LABUHAN JAMBU, KECAMATAN TARANO, KABUPATEN SUMBAWA from Jurnal Pengembangan Masyarakat Lokal .
Login to View Full Text And DownloadYou need to be logged in to post a comment.
By Sciaria
By Sciaria
By Sciaria
By Sciaria
By Sciaria
By Sciaria