Kajian Persepsi Masyarakat Terhadap Bencana Banjir Berdasarkan Tingkat Kerentanan Di Kota Langsa
Home Research Details
LAILISSA'ADAH, Zaidan Zikri Malem

Kajian Persepsi Masyarakat Terhadap Bencana Banjir Berdasarkan Tingkat Kerentanan Di Kota Langsa

0.0 (0 ratings)

Introduction

Kajian persepsi masyarakat terhadap bencana banjir berdasarkan tingkat kerentanan di kota langsa. Kaji persepsi masyarakat terhadap bencana banjir dan tingkat kerentanan di Kota Langsa. Pahami kesadaran warga, risiko, dan upaya mitigasi yang dipengaruhi pengalaman pribadi.

0
3 views

Abstract

Banjir merupakan bencana yang paling sering terjadi di Indonesia. Setiap musim hujan tiba, bencana banjir akan terjadi di daerah-daerah langganan banjir. Kota Langsa merupakan wilayah yang sering mengalami bencana banjir setiap tahunnya. Menurut laporan BPBD Kota Langsa, tercatat sebanyak 2.261 Kepala Keluarga (KK) terendam banjir pada tahun 2022 lalu. Selain itu, 6.782 jiwa mengalami dampak banjir genangan air hujan dan luapan air Krueng Langsa di 3 kecamatan dengan total 10 gampong dalam wilayah Kota Langsa. Dalam hal ini pemerintah tentu telah melakukan berbagai upaya mitigasi baik struktural maupun non-struktural. Namun dari hasil penelitian sebelumnya, mitigasi bencana banjir di Kota Langsa masih tergolong rendah. Oleh karena itu, pengkajian tentang persepsi masyarakat terhadap bencana banjir kiranya perlu dilakukan agar kebijakan dan program mitigasi yang dirancang pemerintah berdasarkan kebutuhan masyarakat dapat berjalan dengan semestinya.Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi pemahaman masyarakat tentang bencana banjir, memahami tingkat kesadaran, dan mengetahui persepsi masyarakat tentang risiko banjir terhadap upaya mitigasi dan penanggulangan banjir di Kota Langsa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kerentanan memiliki pengaruh terhadap persepsi dan pemahaman masyarakat tentang bencana banjir. Di daerah dengan kerentanan tinggi, masyarakat cenderung lebih sadar dan serius terhadap ancaman banjir, sedangkan di daerah dengan kerentanan rendah, masyarakat cenderung lebih santai. Temuan lainnya yaitu pengalaman pribadi merupakan faktor paling utama dalam membentuk persepsi masyarakat terhadap bencana banjir.


Review

This study, titled "Kajian Persepsi Masyarakat Terhadap Bencana Banjir Berdasarkan Tingkat Kerentanan Di Kota Langsa" (Study of Community Perception Towards Flood Disaster Based on Vulnerability Level in Langsa City), addresses a highly pertinent issue in Indonesia, where recurrent flooding poses significant challenges, particularly in areas like Langsa City. The abstract effectively highlights the severity of the problem, citing specific figures on affected households and individuals, and underscores the critical gap in current mitigation efforts despite government initiatives. The stated objective—to identify community understanding, awareness, and perception of flood risk regarding mitigation and response efforts—is well-defined and clearly articulates the study's practical aim to inform more effective, community-tailored disaster risk reduction policies. The findings presented offer valuable insights into the complex interplay between community perception and flood vulnerability. A key discovery is the direct correlation between the level of vulnerability and public perception, with highly vulnerable communities exhibiting greater awareness and seriousness towards flood threats, contrasting with a more relaxed attitude in less vulnerable areas. Furthermore, the abstract emphasizes that personal experience emerges as the foremost factor shaping community perception of floods. These results are crucial for designing nuanced and targeted mitigation strategies, suggesting that a one-size-fits-all approach is unlikely to be effective and that interventions should be tailored to specific vulnerability levels and capitalize on lived experiences. While the abstract effectively outlines the study's rationale and principal outcomes, the full paper would benefit from greater detail regarding the methodological approach employed to measure "perception," "understanding," and "awareness," as well as how "vulnerability levels" were determined. Elaboration on the specific survey instruments, sampling techniques, and analytical framework would enhance the scientific rigor and allow for a more thorough assessment of the findings. Additionally, linking the observed "low mitigation effectiveness" to the specific perceptions identified could provide stronger policy recommendations. Nonetheless, this study presents a timely and relevant contribution to disaster risk management literature, offering actionable insights for local governments and disaster agencies aiming to improve community engagement and the effectiveness of flood mitigation programs in Langsa City and potentially other flood-prone regions.


Full Text

You need to be logged in to view the full text and Download file of this article - Kajian Persepsi Masyarakat Terhadap Bencana Banjir Berdasarkan Tingkat Kerentanan Di Kota Langsa from Jurnal Georafflesia: Artikel Ilmiah Pendidikan Geografi .

Login to View Full Text And Download

Comments


You need to be logged in to post a comment.