Inovasi kemasan dan pegolahan sederhana simplisia jeruju (acanthus ilicifolius) mangrove “jemang tea”. Inovasi kemasan & pengolahan Jeruju (Acanthus ilicifolius) menjadi 'Jemang Tea'. Tingkatkan kesehatan, ekonomi, & lestarikan mangrove melalui pemberdayaan masyarakat pesisir di Bengkulu.
Achantus ilicifolius atau dikenal dengan nama Jeruju merupakan salah satu jenis mangrove yang banyak dijumpai di wilayah pesisir Kota Bengkulu. Fungsi Jeruju adalah sebagai fitoteknologi, yaitu sebagai indikator rusaknya kondisi ekosistem mangrove. Upaya pelestarian Jeruju perlu dilakukan yang salah satunya dengan memberikan nilai tambah berupa pemanfaatannya sebagai produk olahan teh yang memiliki manfaat bagi kesehatan. Pemanfaatan Jeruju sebagai teh akan memberikan nilai manfaat secara ekonomi, ekologis maupun kesehatan. Kegiatan pengabdian dilakukan kepada ibu-ibu rumah tangga Kampung Jenggalu Kito yang digagas oleh Lestari Alam Laut untuk Negeri. Tujuan kegiatan adalah untuk menambah pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pemanfaatan Jeruju sebagai teh, meningkatkan rasa kepedulian masyarakat terhadap ekosistem mangrove, mendorong masyarakat agar dapat menjadi wirausahawan mandiri dengan memanfaatkan daun Jeruju dan mengurangi kerusakan mangrove akibat penebangan secara liar oleh masyarakat. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah penyuluhan, pelatihan dan pendampingan inovasi kemasan dan pengolahan sederhana Jeruju sebagai teh. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat mitra sebesar 65 % dari 18 peserta ibu ibu rumah tangga yang diundang dan peningkatan kesadaran masyarakat dalam melestarikan ekosistem mangrove serta terciptanya peluang usaha teh daun Jeruju.
This paper presents a compelling community engagement initiative focused on valorizing *Acanthus ilicifolius* (Jeruju), a significant mangrove species, into a health-benefiting "Jemang Tea." The project's strength lies in its multidisciplinary approach, addressing ecological preservation, economic empowerment for local women, and public health awareness simultaneously. By framing Jeruju as a phytotechnology indicator for mangrove ecosystem health, the authors effectively highlight the plant's ecological importance, thereby strengthening the rationale for its sustainable utilization. The reported success in increasing community knowledge and skills by 65% among participants, coupled with a heightened awareness for mangrove conservation and the creation of new entrepreneurial opportunities, underscores the tangible positive impact of this initiative. While the abstract effectively conveys the project's objectives and outcomes, additional detail would enhance its scholarly contribution. Specifically, elaborating on the "inovasi kemasan dan pengolahan sederhana" (innovation in packaging and simple processing) would provide valuable insights into the practical advancements made. Further clarification on the specific "manfaat bagi kesehatan" (health benefits) attributed to Jeruju tea, perhaps citing preliminary research or traditional knowledge, would also strengthen the scientific basis of the product. Additionally, a brief description of how the 65% increase in knowledge and skills was measured (e.g., pre/post surveys, practical assessments) would improve the methodological transparency and robustness of the findings. Overall, this project represents an excellent model for sustainable community development and resource management within coastal regions. Its success in transforming an underutilized mangrove species into a valuable product, while simultaneously fostering ecological stewardship and economic self-reliance, holds significant implications for other similar communities. The "Jemang Tea" initiative demonstrates a practical and scalable approach to integrating conservation efforts with livelihood improvements, contributing positively to both environmental sustainability and social well-being. This work is highly relevant to researchers and practitioners interested in ethnobotany, community development, and integrated coastal zone management.
You need to be logged in to view the full text and Download file of this article - Inovasi Kemasan dan Pegolahan Sederhana Simplisia Jeruju (Acanthus ilicifolius) Mangrove “Jemang Tea” from Abdihaz: Jurnal Ilmiah Pengabdian pada Masyarakat .
Login to View Full Text And DownloadYou need to be logged in to post a comment.
By Sciaria
By Sciaria
By Sciaria
By Sciaria
By Sciaria
By Sciaria