Hubungan Tingkat Stres dan Status Gizi dengan Kejadian Dismenore Pada Remaja Putri di SMPN 4 Babelan Kabupaten Bekasi
Home Research Details
Zahra Syahidah, Inne Indraaryani Suryaalamsah

Hubungan Tingkat Stres dan Status Gizi dengan Kejadian Dismenore Pada Remaja Putri di SMPN 4 Babelan Kabupaten Bekasi

0.0 (0 ratings)

Introduction

Hubungan tingkat stres dan status gizi dengan kejadian dismenore pada remaja putri di smpn 4 babelan kabupaten bekasi. Penelitian ini mengkaji hubungan antara tingkat stres dan status gizi dengan kejadian dismenore pada remaja putri di SMPN 4 Babelan, Bekasi. Temukan peran penting status gizi dalam nyeri haid.

0
84 views

Abstract

Latar belakang: Keluhan yang sering dialami oleh para wanita terdapat rasa nyeri yang sering dirasakan di bagian bawah perut dan juga rasa sakitnya bisa menyebar hingga ke punggung bagian bawah, pinggang, panggul, otot paha, hingga betis. Beberapa remaja perempuan juga sering mengalami nyeri ini yang disebut Dismenore. Ada beberapa risiko yang memengaruhi dismenore yaitu, Usia saat menarche, lamanya menstruasi, riwayat keluarga, kondisi gizi, tingkat stres, dan kebiasaan berolahraga, kualitas tidur, dan paparan asap rokok. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh tingkat stres dan asupan gizi terhadap kejadian dismenore pada remaja putri di SMPN 4 Babelan Kabupaten Bekasi. Metode: Desain penelitian observasional analitik dan dengan cara pendekatan cross sectional. Populasi penelitian sebanyak 150 siswi kelas VIII SMPN 4 Babelan Kabupaten Bekasi, sampel sebesar 84 responden teknik simple random sampling. Data yang dikumpulkan menggunakan kuesioner dengan variabel tingkat stres, status gizi, dan dismenore. Uji hubungan dianalisis menggunakan Chi Square dengan IBM SPSS. Hasil: Sebanyak 94,0% responden yang mengalami stres dengan kategori tingkat stres ringan. Terdapat 81,0% responden memiliki status gizi dengan kategori gizi kurang dan gizi lebih, 69,0% responden mengalami kejadian dismenore. Diperoleh hasil bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara tingkat stres (p = 0,147) dengan kejadian dismenore. Sedangkan hasil dari status gizi bahwasanya terdapat hubungan yang signifikan antar status gizi (p = 0,002) dengan kejadian dismenore. Simpulan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi gizi menjadi salah satu faktor yang memengaruhi munculnya nyeri haid pada remaja putri di SMPN 4 Babelan, Kabupaten Bekasi.


Review

This study, titled 'Hubungan Tingkat Stres dan Status Gizi dengan Kejadian Dismenore Pada Remaja Putri di SMPN 4 Babelan Kabupaten Bekasi,' addresses a prevalent health concern among adolescent girls: dysmenorrhea. The authors aim to investigate the relationship between stress levels, nutritional status, and the incidence of dysmenorrhea in a specific cohort of junior high school students. Given the widespread impact of menstrual pain on adolescent well-being and academic performance, understanding its contributing factors, particularly those related to modifiable lifestyle elements like stress and nutrition, is crucial for developing targeted interventions and improving quality of life. Utilizing an analytical observational design with a cross-sectional approach, the researchers recruited 84 respondents via simple random sampling from a population of 150 8th-grade students. Data on stress levels, nutritional status, and dysmenorrhea incidence were collected through questionnaires and analyzed using the Chi-Square test. The findings indicate a high prevalence of dysmenorrhea (69.0%) and suggest that a significant majority of the sample experienced mild stress (94.0%) and presented with either underweight or overweight nutritional statuses (81.0%). Crucially, while no significant relationship was found between stress levels and dysmenorrhea (p=0.147), a statistically significant association was identified between nutritional status and the occurrence of dysmenorrhea (p=0.002). The study concludes that nutritional status is a significant factor influencing dysmenorrhea among adolescent girls in the studied population, reinforcing existing literature on the interplay between diet and menstrual health. The finding regarding the lack of a significant association with stress, despite its high prevalence, warrants further investigation with more nuanced stress measurement tools or longitudinal designs to capture dynamic relationships. This research provides valuable insights specific to the Bekasi region, highlighting nutritional status as a potential modifiable risk factor. Future studies could further explore specific aspects of nutritional status (e.g., micronutrient deficiencies, dietary patterns) contributing to dysmenorrhea and develop school-based health programs targeting improved nutrition to alleviate menstrual pain.


Full Text

You need to be logged in to view the full text and Download file of this article - Hubungan Tingkat Stres dan Status Gizi dengan Kejadian Dismenore Pada Remaja Putri di SMPN 4 Babelan Kabupaten Bekasi from Muhammadiyah Journal of Midwifery .

Login to View Full Text And Download

Comments


You need to be logged in to post a comment.