Filsafat Pendidikan Anak Usia Dini Perspektif Ibnu Sina
Home Research Details
Helmy Hidayatulloh

Filsafat Pendidikan Anak Usia Dini Perspektif Ibnu Sina

0.0 (0 ratings)

Introduction

Filsafat pendidikan anak usia dini perspektif ibnu sina. Pahami filsafat pendidikan anak usia dini (PAUD) dari perspektif Ibnu Sina. Kupas keseimbangan fisik-spiritual, pengembangan moral-afektif, dan metode belajar-bermain untuk membentuk karakter anak.

0
36 views

Abstract

Pendidikan anak usia dini (PAUD) memiliki peran yang sangat penting dalam perkembangan anak, terutama dalam membentuk karakter dan kualitas hidup anak usia dini. Filsafat pendidikan anak usia dini menjadi dasar yang esensial dalam merumuskan tujuan dan strategi pendidikan. Penelitian ini bersifat kualitatif. Teknik yang digunakan dalam analisis penelitian ini menggunakan metode content analysis. Penelitian ini merupakan penelitian filsafat pendidikan dengan jenis penelitian pustaka. Artikel ini membahas tentang filsafat pendidikan anak usia dini dalam perspektif Ibnu Sina, seorang filsuf Islam yang terkenal di bidang kedokteran, namun juga memberikan kontribusi yang besar dalam pemikiran pendidikan Islam. Ibnu Sina memandang manusia sebagai makhluk yang terdiri dari jasad dan nafs. Oleh sebab itu, pendidikan harus mewujudkan keseimbangan dalam pengembangan antara fisik dan spiritual. Ibnu Sina menekankan begitu pentingnya pengembangan akal yang dilakukan melalui pendidikan moral dan afektif pada anak usia dini, serta pemilihan metode yang sesuai, seperti: mengajarkan pendidikan agama pada usia 3 (tiga) sampai 5 (lima) tahun dan memberikan pembelajaran dasar lainnya pada usia 6 (enam) sampai 14 (empat belas) tahun. Pendidikan yang seimbang antara jasmani dan rohani, melalui kegiatan seperti olah raga dan kesenian, adalah kunci dalam membentuk karakter anak usia dini. Ibnu Sina juga mengusulkan pendekatan pembelajaran yang melibatkan metode bercanda atau belajar sambil bermain untuk merangsang perkembangan kognitif, sosial, dan emosional anak usia dini. Dalam kurikulum pendidikan, Ibu Sina berpendapat bahwa guru harus menjadi teladan yang memiliki kompetensi pedagogik, moral, dan spiritual. Melalui pendekatan yang holistik ini, pandangan Ibnu Sina menawarkan kontribusi yang signifikan terhadap pengembangan pendidikan anak usia dini, terutama dalam konteks pendidikan yang berlandaskan pada nilai-nilai agama dan karakter.


Review

This abstract presents a timely and relevant exploration into the philosophy of early childhood education (PAUD) through the lens of the renowned Islamic polymath, Ibnu Sina. Employing a qualitative research design, specifically content analysis on existing literature, the study aims to delineate Ibnu Sina's foundational perspectives on child development and education. The central premise, as articulated, is that understanding Ibnu Sina's view of human beings as a balance of physical (jasad) and spiritual (nafs) elements is crucial for formulating a holistic and character-driven educational framework for young children. The ambition to connect historical philosophical thought to contemporary educational practices in PAUD is commendable and holds significant potential. The abstract highlights several key contributions from Ibnu Sina's pedagogical thinking. It emphasizes the importance of developing intellect through moral and affective education, suggesting age-appropriate approaches such as religious instruction for children aged 3-5 and foundational learning for 6-14 year olds. Furthermore, Ibnu Sina's recommendations for balancing physical and spiritual development through activities like sports and arts, along with the innovative use of play-based learning ("bercanda"), offer practical insights for modern educators. The strong emphasis on the teacher's role as a moral, spiritual, and pedagogical exemplar underscores the profound impact of the educator in shaping a child's character, collectively presenting a comprehensive and values-rich framework for early childhood education. While the abstract effectively outlines Ibnu Sina's propositions, a full paper would benefit from further elaborating on the direct applicability and potential challenges of integrating these historical insights into contemporary PAUD settings. It would be valuable to see a more explicit discussion on how Ibnu Sina's ideas either converge with or diverge from modern educational theories and psychological understanding of child development, thereby positioning its unique contribution more clearly within the broader educational landscape. Additionally, providing more detail on the specific primary and secondary texts by Ibnu Sina consulted, and the analytical framework used for content analysis, would strengthen the methodological rigor. Nonetheless, this research promises to offer a significant contribution, particularly for PAUD programs seeking to integrate faith-based values and character development into their curriculum.


Full Text

You need to be logged in to view the full text and Download file of this article - Filsafat Pendidikan Anak Usia Dini Perspektif Ibnu Sina from Mozaic : Islam Nusantara .

Login to View Full Text And Download

Comments


You need to be logged in to post a comment.