Strategi Kekuasaan Politik dalam Pidato Kampanye Paslon No. 3 Tri Rismaharini & Zahrul Azhar Asumta di Pilgub Jatim 2024: Analisis Wacana Kritis
Home Research Details
Muhammad Ismail, Hadi Asrori, Pratista Shafa Brillian

Strategi Kekuasaan Politik dalam Pidato Kampanye Paslon No. 3 Tri Rismaharini & Zahrul Azhar Asumta di Pilgub Jatim 2024: Analisis Wacana Kritis

0.0 (0 ratings)

Introduction

Strategi kekuasaan politik dalam pidato kampanye paslon no. 3 tri rismaharini & zahrul azhar asumta di pilgub jatim 2024: analisis wacana kritis. Analisis wacana kritis strategi kekuasaan politik dalam pidato kampanye Tri Rismaharini & Zahrul Azhar Asumta di Pilgub Jatim 2024. Pahami penggunaan bahasa sebagai instrumen kuasa politik.

0
57 views

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya analisis wacana kritis terhadap pidato politik sebagai sarana membangun citra dan mempengaruhi opini publik, khususnya pada Pemilihan Gubernur Jawa Timur 2024. Fokus penelitian ini adalah pidato pasangan calon nomor urut 3, Tri Rismaharini dan Zahrul Azhar Asumta, yang diambil dari rekaman Deklarasi Kampanye Damai yang diunggah oleh Metro TV pada 24 September 2024 di YouTube. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis wacana kritis pidato tersebut menggunakan kerangka Fairclough, yang mencakup dimensi teks, praktik wacana, dan praktik sosial, serta memadukannya dengan teori kekuasaan Foucault untuk mengungkap bagaimana bahasa menjadi instrumen kekuasaan dalam ranah politik. Data dianalisis menggunakan teknik analisis wacana kritis Fairclough dengan mengidentifikasi unsur linguistik, konteks produksi, dan praktik sosial politik yang melatarbelakanginya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasangan calon menggunakan strategi bahasa untuk membangun citra sebagai pemimpin berintegritas, menegaskan relasi kuasa, dan membangun legitimasi di mata publik. Kebaruan penelitian ini terletak pada penggunaan kombinasi teori Fairclough dan Foucault dalam menganalisis pidato kampanye di tingkat daerah, untuk menjadi rujukan bagi target audiens pada kampanye dalam memahami makna strategi kebahasaan yang digunakan dan wacana yang dibawa oleh para pelaku politik.


Review

Penelitian ini menawarkan analisis yang relevan dan mendalam mengenai strategi kekuasaan politik dalam pidato kampanye, khususnya pada konteks Pemilihan Gubernur Jawa Timur 2024. Pilihan fokus pada pidato pasangan calon nomor urut 3, Tri Rismaharini dan Zahrul Azhar Asumta, dari rekaman Deklarasi Kampanye Damai merupakan data yang spesifik dan berpotensi kaya untuk dianalisis. Kekuatan utama penelitian ini terletak pada kerangka teoritisnya yang menggabungkan Analisis Wacana Kritis Fairclough dengan teori kekuasaan Foucault. Kombinasi ini menjanjikan pendekatan yang komprehensif untuk mengungkap bagaimana bahasa tidak hanya membentuk citra tetapi juga menjadi instrumen kekuasaan politik, yang merupakan poin kebaruan signifikan yang diklaim oleh penulis, terutama untuk analisis di tingkat daerah. Meskipun demikian, ada beberapa area yang dapat diperjelas atau dikembangkan lebih lanjut dalam naskah lengkap. Abstract menyatakan bahwa Fairclough akan digunakan untuk menganalisis dimensi teks, praktik wacana, dan praktik sosial, yang kemudian dipadukan dengan teori Foucault. Akan sangat bermanfaat jika abstrak atau pendahuluan naskah lengkap secara lebih eksplisit menjelaskan *bagaimana* integrasi antara Fairclough dan Foucault ini dioperasionalkan secara metodologis; misalnya, apakah Foucault digunakan untuk memperdalam analisis "praktik sosial" Fairclough, atau untuk memberikan lensa tambahan pada "praktik wacana" dalam konteks relasi kuasa. Selain itu, meskipun analisis pidato Deklarasi Kampanye Damai adalah permulaan yang baik, perlu dipertimbangkan apakah satu pidato sudah cukup untuk menangkap *strategi* kekuasaan politik secara keseluruhan dalam sebuah kampanye yang kompleks, atau apakah ini hanya sebuah studi kasus awal yang akan diperluas nantinya. Secara keseluruhan, penelitian ini menjanjikan kontribusi penting bagi studi komunikasi politik dan analisis wacana kritis di Indonesia. Penggunaan kerangka Fairclough dan Foucault untuk menganalisis pidato kampanye di tingkat daerah adalah pendekatan yang menarik dan inovatif, yang berpotensi memberikan wawasan baru tentang dinamika kekuasaan dan konstruksi legitimasi politik melalui bahasa. Hasil awal yang menunjukkan penggunaan strategi bahasa untuk membangun citra berintegritas dan menegaskan relasi kuasa sangat relevan. Penelitian ini direkomendasikan untuk dipublikasikan setelah potensi perbaikan di atas dipertimbangkan dan diintegrasikan ke dalam naskah lengkap, sehingga dapat menjadi rujukan berharga bagi akademisi dan praktisi yang tertarik pada wacana politik.


Full Text

You need to be logged in to view the full text and Download file of this article - Strategi Kekuasaan Politik dalam Pidato Kampanye Paslon No. 3 Tri Rismaharini & Zahrul Azhar Asumta di Pilgub Jatim 2024: Analisis Wacana Kritis from Jurnal Multidisiplin West Science .

Login to View Full Text And Download

Comments


You need to be logged in to post a comment.