Mini review: pendekatan molekuler dna barcoding: studi kasus identifikasi dan analisis filogenetik syzygium (myrtaceae). Pendekatan DNA barcoding untuk identifikasi & analisis filogenetik Syzygium (Myrtaceae). Tinjauan ini membahas tantangan identifikasi morfologis & gen penanda molekuler (matK, rbcL, ITS).
Syzygium adalah salah satu genus terbesar dalam famili Myrtaceae yang terdiri dari sekitar 1200-1800 spesies. Spesiesnya hanya diketahui sebanyak 1.123 spesies (81,7%) dan sebanyak 240 (17,5%) adalah sinonim dari nama spesies tersebut. Hal ini disebabkan sulitnya identifikasi spesies Syzygium berdasarkan karakter morfologis. Beberapa spesies menunjukkan karakter yang tumpang tindih, terutama bunganya. Tingkat kepercayaan penempatan taksa untuk Syzygium adalah 98,0%. Identifikasi berbasis karakter morfologis terkadang tidak dapat diandalkan, karena dapat dipengaruhi oleh lingkungan sehingga menyebabkan kesulitan dalam proses identifikasi. DNA barcoding sebagai salah satu pendekatan molekuler yang dapat diandalkan mampu mengidentifikasi spesimen menggunakan fragmen sekuen gen yang sangat pendek (gen penanda). Gen MaturaseK (matK), Rubisco (rbcL), internal transcribed spacer (ITS) adalah gen-gen penanda yang digunakan dalam DNA barcoding tanaman. Gen-gen tersebut memiliki peran penting dalam identifikasi spesies, distribusi genetik spesies serta dalam rekonstruksi filogenetik tanaman. Dalam ulasan ini, penggunaan gen-gen dalam pendekatan DNA barcoding di genus Syzygium akan dipaparkan dengan jelas. Pada Myrtaceae, khususnya genus Syzygium, gen penanda daerah internal transcribed spacer (ITS), ETS, trnL-trnF intergenic spacer, psbA-trnH intergenic spacer, matK, rbcL, dan ndhF telah berhasil diaplikasikan. Meskipun tidak ada satu sekuen spesifik penanda (barcode) yang relatif cocok dan direkomendasikan sebagai standar untuk DNA barcoding genus Syzygium. Namun demikian, ada beberapa kandidat sekuen yang menjanjikan, seperti yang disebutkan di atas yang telah terbukti bermanfaat dalam beberapa kondisi.Syzygium adalah salah satu genus terbesar dalam famili Myrtaceae yang terdiri dari sekitar 1200-1800 spesies. Spesiesnya hanya diketahui sebanyak 1.123 spesies (81,7%) dan sebanyak 240 (17,5%) adalah sinonim dari nama spesies tersebut. Hal ini disebabkan sulitnya identifikasi spesies Syzygium berdasarkan karakter morfologis. Beberapa spesies menunjukkan karakter yang tumpang tindih, terutama bunganya. Tingkat kepercayaan penempatan taksa untuk Syzygium adalah 98,0%. Identifikasi berbasis karakter morfologis terkadang tidak dapat diandalkan, karena dapat dipengaruhi oleh lingkungan sehingga menyebabkan kesulitan dalam proses identifikasi. DNA barcoding sebagai salah satu pendekatan molekuler yang dapat diandalkan mampu mengidentifikasi spesimen menggunakan fragmen sekuen gen yang sangat pendek (gen penanda). Gen MaturaseK (matK), Rubisco (rbcL), internal transcribed spacer (ITS) adalah gen-gen penanda yang digunakan dalam DNA barcoding tanaman. Gen-gen tersebut memiliki peran penting dalam identifikasi spesies, distribusi genetik spesies serta dalam rekonstruksi filogenetik tanaman. Dalam ulasan ini, penggunaan gen-gen dalam pendekatan DNA barcoding di genus Syzygium akan dipaparkan dengan jelas. Pada Myrtaceae, khususnya genus Syzygium, gen penanda daerah internal transcribed spacer (ITS), ETS, trnL-trnF intergenic spacer, psbA-trnH intergenic spacer, matK, rbcL, dan ndhF telah berhasil diaplikasikan. Meskipun tidak ada satu sekuen spesifik penanda (barcode) yang relatif cocok dan direkomendasikan sebagai standar untuk DNA barcoding genus Syzygium. Namun demikian, ada beberapa kandidat sekuen yang menjanjikan, seperti yang disebutkan di atas yang telah terbukti bermanfaat dalam beberapa kondisi.
This mini-review effectively highlights the significant taxonomic challenges within the vast genus *Syzygium* (Myrtaceae), encompassing an estimated 1200-1800 species. The abstract clearly articulates the difficulties associated with traditional morphological identification, particularly due to widespread overlapping characters, especially in floral morphology, and the environmental plasticity influencing traits. This leads to a high degree of synonymy and an incomplete understanding of species diversity, underscoring the critical need for more reliable identification methods. The authors compellingly establish the rationale for employing molecular approaches to resolve these long-standing taxonomic ambiguities. The paper focuses on DNA barcoding as a robust molecular solution for *Syzygium* identification and phylogenetic analysis. It introduces the general principles of DNA barcoding, referencing widely accepted plant markers such as *matK*, *rbcL*, and *ITS*. Crucially, the review details a comprehensive list of specific marker genes that have shown promise or successful application within *Syzygium* and the broader Myrtaceae family, including *ITS, ETS, trnL-trnF intergenic spacer, psbA-trnH intergenic spacer, matK, rbcL*, and *ndhF*. The stated objective of this review is to clearly present the utility of these markers, offering a valuable synthesis of current molecular techniques for this taxonomically complex group. While acknowledging the absence of a single, universally recommended standard barcode sequence for the genus *Syzygium*, the review commendably points out the existence of several promising candidate sequences that have proven beneficial under various conditions. This mini-review serves as an important resource for researchers grappling with *Syzygium* identification, providing a consolidated overview of effective molecular tools. Its insights are vital for advancing our understanding of *Syzygium* diversity, aiding conservation efforts, and contributing to the accurate phylogenetic reconstruction of this economically and ecologically important genus.
You need to be logged in to view the full text and Download file of this article - Mini Review: Pendekatan molekuler DNA barcoding: Studi kasus identifikasi dan analisis filogenetik Syzygium (Myrtaceae) from Prosiding Seminar Nasional Biologi .
Login to View Full Text And DownloadYou need to be logged in to post a comment.
By Sciaria
By Sciaria
By Sciaria
By Sciaria
By Sciaria
By Sciaria