KERANGKA KONTRATERORISME ASEAN: TANTANGAN KERJA SAMA REGIONAL DI ASIA TENGGARA
Home Research Details
Asido Mac Kenzie Butar Butar

KERANGKA KONTRATERORISME ASEAN: TANTANGAN KERJA SAMA REGIONAL DI ASIA TENGGARA

0.0 (0 ratings)

Introduction

Kerangka kontraterorisme asean: tantangan kerja sama regional di asia tenggara. Analisis kerangka kontra-terorisme ASEAN, tantangan kerja sama regional di Asia Tenggara menghadapi ancaman ISIS & FTF. Menilai ACCT, OEI, dan dinamika politik.

0
6 views

Abstract

Isu terorisme menjadi tantangan serius bagi kawasan Asia Tenggara, dengan meningkatnya ancaman dari aktor transnasional seperti ISIS dan Foreign Terrorist Fighters (FTF). ASEAN sebagai organisasi regional telah merespons melalui sejumlah instrumen kerja sama, seperti ASEAN Convention on Counter Terrorism (ACCT) dan ASEAN Our Eyes Initiative (OEI). Artikel ini menganalisis peluang dan tantangan yang dihadapi ASEAN dalam menangani terorisme kawasan dengan menggunakan pendekatan teori organisasi internasional dan rezim internasional. Meskipun ACCT menyediakan kerangka kerja formal untuk koordinasi regional, implementasinya masih menghadapi kendala signifikan seperti prinsip non-intervensi, perbedaan yurisdiksi, serta kelemahan institusional. OEI muncul sebagai alternatif inisiatif berbasis kerja sama intelijen yang dinilai lebih adaptif, meskipun tantangan birokratis dan risiko kebocoran informasi tetap membayangi. Kajian ini menunjukkan bahwa efektivitas ASEAN dalam kontra-terorisme sangat dipengaruhi oleh dinamika politik domestik anggotanya serta kelembagaan regional yang bersifat longgar. Diperlukan reformasi pendekatan kerja sama keamanan yang lebih terintegrasi dan berorientasi pada perlindungan manusia untuk meningkatkan kapasitas ASEAN menghadapi terorisme di masa depan.


Review

Artikel ini mengulas secara komprehensif kerangka kerja kontraterorisme ASEAN, menyoroti tantangan signifikan yang dihadapi kerja sama regional dalam menghadapi ancaman terorisme transnasional yang terus berkembang di Asia Tenggara. Penulis dengan tepat mengidentifikasi isu terorisme, khususnya yang berasal dari aktor seperti ISIS dan *Foreign Terrorist Fighters* (FTF), sebagai ancaman serius yang menuntut respons regional yang efektif. Relevansi topik ini sangat tinggi mengingat dinamika keamanan kontemporer, dan pendekatan penulis untuk menganalisis instrumen seperti *ASEAN Convention on Counter Terrorism* (ACCT) dan *ASEAN Our Eyes Initiative* (OEI) menawarkan wawasan penting terhadap upaya ASEAN. Menggunakan pendekatan teori organisasi internasional dan rezim internasional, kajian ini secara efektif mengeksplorasi peluang dan kendala dalam penanganan terorisme di kawasan. Artikel ini berhasil menunjukkan bahwa meskipun ACCT menyediakan kerangka kerja formal, implementasinya terhambat oleh prinsip non-intervensi, perbedaan yurisdiksi, dan kelemahan institusional. Analisis terhadap OEI sebagai inisiatif intelijen yang lebih adaptif, namun dihadapkan pada tantangan birokratis dan risiko kebocoran, memperkaya pemahaman kita tentang kompleksitas kerja sama keamanan regional. Penulis dengan cermat menggarisbawahi bagaimana efektivitas upaya kontraterorisme ASEAN sangat dipengaruhi oleh dinamika politik domestik anggotanya serta sifat kelembagaan regional yang longgar. Kesimpulannya, artikel ini menyajikan argumen yang kuat mengenai perlunya reformasi dalam pendekatan kerja sama keamanan ASEAN agar lebih terintegrasi dan berorientasi pada perlindungan manusia. Rekomendasi ini sangat relevan dan mendesak, mengingat tantangan berkelanjutan yang dihadapi organisasi regional. Kajian ini memberikan kontribusi signifikan terhadap literatur tentang keamanan regional dan organisasi internasional, menawarkan analisis yang tajam dan berbasis bukti mengenai hambatan dan potensi dalam upaya kontraterorisme ASEAN. Artikel ini direkomendasikan untuk publikasi karena kedalaman analisisnya dan relevansi temanya.


Full Text

You need to be logged in to view the full text and Download file of this article - KERANGKA KONTRATERORISME ASEAN: TANTANGAN KERJA SAMA REGIONAL DI ASIA TENGGARA from Jurnal Ilmiah Dinamika Sosial .

Login to View Full Text And Download

Comments


You need to be logged in to post a comment.