Bank sampah maju lestari menjadi solusi alternatif pemberdayaan pengelolaan sampah mandiri: studi kasus trah nuryo setiko di kalurahan sendangtirto, berbah, sleman . Bank Sampah Maju Lestari di Sleman jadi solusi pengelolaan sampah mandiri, mengubah perilaku memilah sampah, dan meningkatkan pendapatan masyarakat. Studi kasus pemberdayaan di DIY.
Sampah menjadi permasalahan krusial di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Overload TPA Piyungan memicu kekacauan pengelolaan sampah di Kota Yogyakarta, Kabupaten Sleman, dan Kabupaten Bantul. Kabupaten Sleman ditunjuk sebagai lokasi alternatif TPA dengan memanfaatkan Tanah Kasultanan. Namun, upaya ini, termasuk pengelolaan melalui BUMKal, belum mampu mengubah perilaku masyarakat yang cenderung membuang sampah sembarangan. Meskipun Kalurahan Sendangtirto sudah memiliki perhatian terhadap masalah sampah, peran aktif masyarakat tetap dibutuhkan. Sebagai respons terhadap tantangan ini, trah Nuryo Setiko mendirikan Bank Sampah Maju Lestari pada tahun 2022 untuk membangun perilaku mandiri dalam pengelolaan sampah melalui pemberdayaan anggota trah. Penelitian ini menggunakan metode action research yang diperkuat dengan participant observation dengan fokus pada 90% anggota trah yang tinggal di Kalurahan Sendangtirto. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode participatory action research. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bank Sampah Maju Lestari berhasil memberikan pelayanan penimbangan sampah terjadwal, mengubah perilaku dari membuang menjadi memilah sampah, menarik nasabah dari kalangan internal trah maupun masyarakat umum, dan meningkatkan pendapatan melalui tabungan sampah. Kesimpulannya, Bank Sampah Maju Lestari berhasil membentuk kelembagaan bank sampah, meningkatkan kesadaran, dan menjadi solusi mandiri yang efektif untuk pengelolaan sampah di tingkat masyarakat.
This paper addresses the pressing issue of waste management in the Special Region of Yogyakarta, a critical concern exacerbated by the overload of TPA Piyungan and the limitations of conventional top-down approaches. It compellingly presents Bank Sampah Maju Lestari (BSML), initiated by the Trah Nuryo Setiko in Kalurahan Sendangtirto, as a promising alternative model for independent, community-driven waste management. The study effectively positions BSML as a grassroots solution that tackles both environmental concerns and community empowerment, offering valuable insights into local resilience in the face of broader systemic failures. Employing a robust participatory action research methodology, complemented by participant observation focusing on 90% of the trah members residing in Kalurahan Sendangtirto, the study effectively captures the developmental journey and impact of BSML. The findings are significant, demonstrating that BSML has successfully implemented scheduled waste weighing services, crucially shifted community behavior from indiscriminate disposal to waste sorting, attracted a growing number of internal and external customers, and contributed to increased household income through waste savings. These results convincingly illustrate BSML's capacity to foster self-reliance and environmental consciousness at the community level. The paper concludes that Bank Sampah Maju Lestari has successfully established an institutional framework, significantly raised awareness, and emerged as an effective, self-reliant solution for waste management at the community level. While the study convincingly highlights the positive outcomes within the *trah* context, future research could explore the replicability of this model in diverse community settings, delve deeper into the long-term economic sustainability for its members, or analyze the specific mechanisms for attracting non-trah members more broadly. Nevertheless, this work offers a highly relevant and encouraging case study, providing a valuable blueprint for other communities seeking to address similar waste management challenges through local empowerment and collective action.
You need to be logged in to view the full text and Download file of this article - Bank Sampah Maju Lestari Menjadi Solusi Alternatif Pemberdayaan Pengelolaan Sampah Mandiri: Studi Kasus Trah Nuryo Setiko di Kalurahan Sendangtirto, Berbah, Sleman from Jurnal Pengabdian, Riset, Kreativitas, Inovasi, dan Teknologi Tepat Guna .
Login to View Full Text And DownloadYou need to be logged in to post a comment.
By Sciaria
By Sciaria
By Sciaria
By Sciaria
By Sciaria
By Sciaria